Jumat, 15 Mei 2026

Waspadai Gangguan Layanan Publik Buntut Efisiensi Anggaran Pemerintah

Penulis : Hanif Musyaffa
9 Feb 2025 | 20:54 WIB
BAGIKAN
Pejabat pemerintah melihat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 di Istana Negara, Jakarta, belum lama ini. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Pejabat pemerintah melihat Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2025 di Istana Negara, Jakarta, belum lama ini. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

JAKARTA, investor.id – Efisiensi belanja pemerintah yang diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 berpotensi untuk mengganggu pelayanan publik. Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak boleh berdampak negatif pada sektor pelayanan publik.

Menurut dia, efisiensi yang tidak tepat sasaran dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berimplikasi pada perekonomian secara luas.

“Tentu jangan sampai ada pelayanan publik yang terdampak akibat efisiensi anggaran,” ujar Agus saat dihubungi pada Minggu (9/2/2025).

ADVERTISEMENT

Agus menyoroti, kebijakan penghematan anggaran yang salah sasaran dapat menyebabkan menurunnya kualitas layanan publik. Jika ini terjadi, masyarakat yang paling terdampak adalah golongan masyarakat menengah ke bawah yang sangat bergantung pada layanan tersebut.

“Pelayanan publik yang buruk akan berdampak juga untuk aktivitas masyarakat dan akhirnya perekonomian terkena,” tambah dia.

Agus juga menekankan bahwa efisiensi anggaran harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek prioritas.

Pemerintah seharusnya lebih cermat dalam memangkas anggaran yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pengurangan fasilitas mewah bagi pejabat atau perjalanan dinas yang tidak esensial.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia