Jumat, 15 Mei 2026

Efisiensi Anggaran K/L Jadi Acuan Penyusunan APBN 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
13 Feb 2025 | 20:53 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Dalam surat S-37/MK.02/2025 yang memerintahkan K/L untuk melakukan efisiensi anggaran terhadap 16 pos belanja. Surat tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2025. Pemerintah mengimbau K/L untuk mengefisiensikan anggaran hingga Rp 256,1 triliun. 16 pos belanja yang dipangkas anggarannya dengan persentase yang bervariasi, mulai dari 10% hingga 90%.

Rinciannya, pos belanja alat tulis kantor (ATK) diminta untuk diefisiensikan sebesar 90%; kegiatan seremonial 56,9%; rapat, seminar, dan sejenisnya 45%; kajian dan analisis 51,5%; diklat dan bimtek 29%; serta honor output kegiatan dan jasa profesi 40%.

Selanjutnya, percetakan dan suvenir 75,9%; sewa gedung, kendaraan, peralatan 73,3%; lisensi aplikasi 21,6%; jasa konsultan 45,7%; bantuan pemerintah 16,7%; pemeliharaan dan perawatan 10,2%; perjalanan dinas 53,9%; peralatan dan mesin 28%; infrastruktur 34,3%; serta belanja lainnya 59,1%.

ADVERTISEMENT

Dalam pelaksanaannya, pemangkasan anggaran menimbulkan kekisruhan di K/L karena ada biaya operasional yang terganggu. Untuk mengatasi kekisruhan yang terjadi karena efisiensi anggaran, maka K/L diarahkan untuk melakukan rekonstruksi anggaran. Dengan adanya rekonstruksi anggaran akan ada pembenahan lebih lanjut dalam penentuan pos-pos yang akan dipangkas tetapi tidak memberatkan kinerja program K/L.

“Jadi yang dilakukan rekonstruksi, kemudian efisiensi itu adalah masing-masing program anggaran. Penyisiran-penyisiran anggaran juga dilakukan,” terang dia.

Dari alokasi belanja negara sebesar Rp 3.621,3 triliun tercatat ada alokasi sebesar Rp 121 triliun untuk program quick win pemerintah. Dari efisiensi yang dilakukan maka anggaran akan dimasukan ke Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) dan disalurkan untuk sejumlah program prioritas.

“Semuanya akan masuk di BA BUN, baru nanti setelah itu didistribusikan dilihat anggaran yang memang membutuhkan penambahan daripada anggaran itu,” imbuh dia.

Wihadi mengatakan bahwa hasil dari efisiensi anggaran juga akan menjadi basis penyusunan APBN 2026. Namun pemerintah juga tetap akan memperhatikan sejumlah indikator makro ekonomi baik dari dalam dan luar negeri.

“Efisiensi tetap harus dilakukan, bagaimanapun juga kita harus memberikan suatu efisiensi. Ini kan langsung kepada rakyat. Jadi ini adalah kebijakan anggaran yang langsung menyentuh kepada rakyat,” beber dia.

Menurut dia, bila ada program yang memerlukan tambahan anggaran maka akan ada pembicaraan lebih lanjut. “Tentunya pada saat nanti program itu sudah berjalan, kemudian program itu berjalan ternyata butuh penambahan atau segala macam kan tentu akan dikomunikasikan,” terang Wihadi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia