Jumat, 15 Mei 2026

Mensesneg: Pemahaman Efisiensi Anggaran Masih Berbeda di Setiap K/L

Penulis : Arnoldus Kristianus
14 Feb 2025 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan) dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kiri) memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi (kanan) dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kiri) memberikan keterangan pers terkait efisiensi anggaran di lingkungan Kementerian/Lembaga di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan bahwa masih ada pemahaman yang berbeda di setiap Kementerian/Lembaga (K/L) saat melakukan efisiensi anggaran. Perbedaan pemahaman khususnya terjadi dalam menentukan jenis belanja yang harus diefisiensikan.

“Tentunya banyak teman-teman K/L bukan salah tafsir, memiliki pemahaman yang masih agak berbeda,” ucap Prasetyo kepada awak media di Gedung DPR pada Jumat (14/2/2025).

Efisiensi anggaran dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Jumlah anggaran yang diefisienkan adalah Rp 306,69 triliun yang terbagi dalam efisiensi anggaran belanja K/L sebesar Rp 256,1 triliun dan efisiensi transfer ke daerah sebesar Rp 50,5 triliun.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, fenomena perbedaan pemahaman menjadi wajar karena banyak K/L yang belum memahami betul tentang pelaksanaan efisiensi anggaran. Oleh karena itu, saat ini pihaknya secara gencar memberikan sosialisasi kepada seluruh K/L agar penerapan efisiensi anggaran bisa berjalan optimal.

“Menurut saya sih wajar, karena ini kan proses dan terus kita berikan penjelasan,” imbuh Prasetyo.

Sebelumnya Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Wihadi Wiyanto mengatakan efisiensi anggaran bermula dari upaya Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan penyisiran terhadap program-program yang dianggap tidak efisien. Efisiensi dilakukan karena memang pemerintah melihat adanya program-program yang tidak efisien dan bisa diefisiensikan.

“Ini didorong oleh memang presiden mempunyai kewenangan untuk melakukan perubahan angka di K/L karena nomenklatur kementerian 2024 berbeda dengan tahun 2025,” tutur Wihadi.

Dia mengatakan, dalam penentuan realokasi anggaran terdapat miskomunikasi antara Kementerian Keuangan dengan K/L lain. Hal tersebut berimbas pada pemangkasan anggaran terhadap program-program yang tidak seharusnya dilakukan efisiensi. Lantaran Kemenkeu hanya memberikan guidance untuk pemotongan anggaran berdasarkan persentase.

“Jadi misalnya kemarin kan dengan suratnya yang awal bahwa misalnya perjalanan dinas 80% atau 90%. Nah, perjalanan dinas itu bukan dipotong 80% atau 90%. Perjalanan dinas yang memang dianggap tidak perlukan, mana yang diperlukan dan itu tetap dilakukan. Akhirnya kan ketemu program-program mana yang masih memerlukan perjalanan dinas, yaitu jalan saja,” tutur Wihadi.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia