Jumat, 15 Mei 2026

BPS Lapor Ekspor Januari 2025 Terkontraksi 8,56%

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Feb 2025 | 11:37 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (17/2/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (17/2/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor mencapai US$ 21,45 miliar pada Januari 2025. Angka ini terkontraksi 8,56% dari posisi Desember 2024. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama 2024 terjadi pertumbuhan sebesar 4,68%.

“Penurunan nilai ekspor januari secara bulanan didorong nilai ekspor nonmigas terutama komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, dan bijih logam terak dan abu,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (17/2/2025).

Adapun ekspor migas ekspor migas mencapai US$ 1,06 miliar atau terjadi kontraksi 31,35% secara bulanan dan kontraksi 24,38% dari periode yang sama tahun 2023. Sedangkan nilai ekspor nonmigas sebesar US$ 20,4 miliar atau mengalami penurunan 6,96 % dari bulan sebelumnya tetapi tumbuh 24,38% dari periode Januari 2024.

ADVERTISEMENT

“Adapun penurunan nilai ekspor migas didorong penurunan nilai ekspor gas dengan andil -1,08%. Secara tahunan nilai ekspor Januari 2025 mengalami peningkatan 4,68%. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan ekspor nonmigas terutama pada ekspor kapal perahu dan struktur terapung; logam mulia dan perhiasan; serta ekspor bahan kimia anorganik,” kata dia.

Amalia mengatakan, peningkatan nilai ekspor migas terutama didorong peningkatan nilai ekspor gas yang andilnya %. Secara tahunan nilai ekspor Desember 2024 mengalami peningkatan 4,78%. “Kenaikan ini didorong peningkatan ekspor non migas terutama pada barang lemak dan minyak hewan nabati, nikel dan barang daripadanya, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” tutur Amalia.

Bila dilihat menurut sektor maka seluruh sektor mengalami kontraksi secara bulanan pada Januari 2025. Pertama yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 550 juta pada Januari 2025. Nilai ini terkontraksi 6,35% secara bulanan tetapi secara tahunan tumbuh hingga 45,46%.

Sektor Pertambangan

Kedua, lanjutnya, adalah sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$ 2,72 miliar pada Januari 2025. Secara bulanan terjadi kontraksi sebesar 27,09% dan secara tahunan terjadi kontraksi 26,45%.

“Penurunan nilai ekspor secara bulanan nonmigas utamanya terjadi pada sektor pertambangan yang turun 27,09% dengan andil 4,31%. Penurunan ini disebabkan oleh batu bara, bijih tembaga, lignit, bahan mineral lainnya, serta biji zirconium, niobium, dan tantalum,” kata dia.

Sedangkan yang ketiga yaitu industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar US$ 17,13 miliar. Secara bulanan mengalami kontraksi 2,72% tetapi secara tahunan tumbuh 14,02%. “Peningkatan nilai ekspor nonmigas secara tahuann terutama didorong kenaikan nilai ekspor industri pengolahan sebesar 14,02% dan memberikan andil 10,82%,” pungkas Amalia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 40 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia