Jumat, 15 Mei 2026

BI Rate Ditahan 5,75% pada Februari 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Feb 2025 | 14:49 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2025 di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Februari 2025 di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Rabu (19/2/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan alias BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 18-19 Februari 2025. BI Rate ditahan setelah penurunan 25 basis points (bps) pada bulan lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo menerangkan, suku bunga acuan atau BI Rate sebesar dipertahankan sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5% dalam putusan RDG BI pada 18-19 Februari 2024.

“Keputusan ini konsisten dengan menjaga agar perkiraan inflasi tahun 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran yang ditetapkan pemerintah 2,5±1%, stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan perekonomian global dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi” ucap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/2/2025).

ADVERTISEMENT

Keputusan tersebut sesuai dengan prediksi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang memperkirakan bahwa BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% dalam RDG pada 18-19 Februari 2025.

Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, prognosa itu berdasarkan perkembangan terkini dari perekonomian global dan domestik, ketidakpastian masih cukup tinggi.

“Kami berpandangan bahwa BI perlu menahan suku bunga acuannya di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur di Februari ini,” ucap Riefky dalam Laporan Seri Analisis Makroekonomi Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2025 yang diterima pada Selasa (18/2/2025).

Menurut dia, inflasi masih berada di kisaran batas bawah target Bank Indonesia. Namun, Indonesia sebentar lagi akan memasuki periode Ramadan dan Idulfitri, yang umumnya akan mendatangkan tekanan inflasi.

Riefky menuturkan, terdapat tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang karena beberapa faktor utama. Periode mendekati bulan Ramadan diperkirakan akan meningkatkan permintaan dan mendorong harga menjadi lebih tinggi. Lalu, Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Maret 2025 tercatat sebesar 179,0, naik dari 160,2 pada periode sebelumnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia