Kamis, 14 Mei 2026

BI Pertahankan BI Rate 5,75% pada Maret 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Mar 2025 | 15:06 WIB
BAGIKAN
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/3/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga perkiraan inflasi 2025 dan 2026 tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1%, mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamental, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Ke depan BI terus mencermati prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi dalam memanfaatkan ruang penurunan BI-Rate dengan mempertimbangkan nilai tukar rupiah," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Maret 2025 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (19/3/2025).

ADVERTISEMENT

Perry mengatakan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Lebih lanjut, kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial diarahkan untuk mendorong kredit pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja sejalan dengan program Asta Cita pemerintah.

Adapun kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi khususnya sektor perdagangan dan UMKM. Infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran terus diperkuat serta akseptasi digitalisasi pembayaran terus diperluas.

“Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” terang Perry.

Sebelumnya Ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky memperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%% dalam rapat dewan gubernur pada 18-19 Maret 2025. Saat ini inflasi masih berada di bawah kisaran target BI tetapi Ramadan dan Idul Fitri yang akan datang memiliki tekanan harga yang bersifat sementara.

Risiko eksternal terus mempengaruhi sentimen, terutama kebijakan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) yang berhati-hati dalam pelonggaran moneter dan ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Trump.

“Kami memandang bahwa BI perlu memprioritaskan stabilitas nilai tukar dan ketahanan pasar keuangan dengan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur bulan Maret 2025,” ucap Riefky

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia