Jumat, 15 Mei 2026

Permintaan Dolar Meningkat pada April-Juni, Apakah Rupiah Aman?

Penulis : Rama Sukarta
26 Mar 2025 | 14:42 WIB
BAGIKAN
Kurs Rupiah
Kurs Rupiah

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah menjadi sorotan setelah terpuruk ke level Rp16.611 per dolar AS pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (26/3/2025). Posisi rupiah tersebut merupakan yang terendah sejak krisis moneter tahun 1998.

Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memperkirakan, permintaan dolar AS akan kembali meningkat pada April mendatang. Hal ini didorong oleh faktor musiman secara bisnis, ketika perusahaan akan membayarkan dividen kepada investor asing.

Periode April hingga Juni, menurutnya akan ada kebutuhan yang tinggi untuk pembayaran dividen sehingga permintaan dolar AS pun akan meningkat.  

ADVERTISEMENT

“Jadi, investor luar negeri ini mereka mendapatkan hasil dividen dari investasi mereka di Indonesia dan biasanya pembagian dividen dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia itu terjadi sekitar periode bulan April sampai periode bulan Juni," kata Myrdal kepada B Universe, Rabu (16/3/2025).

Myrdal juga menjelaskan, ada kecenderungan permintaan dolar AS akan lebih tinggi pada pekan keempat setiap bulan lantaran perusahaan membayarkan bunga utang atau untuk membayar impor. Kenaikan ini bersifat rutin. 

Di sisi lain, Myrdal optimistis, posisi rupiah dapat terjaga, didukung oleh kondisi makroekonomi yang tercermin dari neraca perdagangan yang terus menerus surplus. Diketahui, pada Februari 2025 surplus neraca perdagangan mencapai US$ 3.12 miliar dengan nilai impor US$ 18.86 miliar dan ekspor yang mencapai US$ 21.98 miliar.

Disampaikan Myrdal, dari sisi kualitas perdagangan tidak ada masalah. Demikian pula dilihat dari foreign bank investment seharusnya ada dana masuk, terutama beberapa sektor menarik seperti sektor hilirisasi, industri manufaktur terkait dengan makanan atau minuman maupun industri yangmemiliki kaitan dengan program Astacita pemerintah. 

“Kelihatannya ini banyak didatangkan dari investor global. Sehingga seharusnya dari sisi aspek foreign bank investment juga ada dana masuk dari sisi dolar," pungkas Myrdal.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 13 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia