Jumat, 15 Mei 2026

4 Rekomendasi Respons Tarif Trump

Penulis : Prisma Ardianto
3 Apr 2025 | 17:12 WIB
BAGIKAN
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Pool via AP)
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Pool via AP)

JAKARTA, investor.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin kencang menabuh genderang perang dagang dengan menerapkan tarif dasar sebesar 10% untuk semua impor ke negara Paman Sam tersebut. Untuk Indonesia, Trump mengenakan tarif sebesar 32%.

“Dampak reciprocal tariff AS terhadap Perekonomi Indonesia perlu dicermati,” ungkap Direktur Program Indef, Eisha Maghfiruha Rachbini dalam pernyataan tertulis pada Kamis (3/4/2025).

Dia menjelaskan, Presiden Trump menerapkan reciprocal tariff terhadap beberapa negara mitra dagang, yang dinilai telah melakukan penerapan tarif kepada barang impor dari AS sebelumnya. Kebijakan proteksionisme AS ini ditujukan untuk mendorong produksi dalam negeri, lapangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi AS.

ADVERTISEMENT

Indonesia menjadi salah satu negara yang diberikan tariff reciprocal tersebut, sebesar 32%. Sementara China 34%, EU 20%, Vietnam 46%, India 26%, Jepang 24%, Thailand 36%, Malaysia 24%, Filipina 17%, Singapura 10%.

“Tariff yang diberlakukan untuk Indonesia lebih tinggi dari negara Asia lain, seperti Malaysia, Singapura, India, Filipina, dan Jepang,” ujar Eisha.

Kebijakan tarif Trump mengguncang pasar keuangan AS dan beberap negara lainnya. Harga saham AS turun setidaknya 3%, dan terdapat penurunan harga saham di pasar keuangan Jepang (terendah dalam 8 bulan), juga pasar saham Korea Selatan (terutama harga saham otomotif).

4 Rekomendasi Respons Tarif Trump
Tarif Terbaru AS. Sumber: WuBlockchain di Sosial media X

Fluktuasi nilai tukar juga terjadi setelah tarif diberlakukan, Japanese Yen menguat terhadap Dolar AS, padahal Yen menjadi salah satu safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi AS. Harga emas meningkat (mencapai rekor tinggi di atas US$ 3160/ounce. Harga minyak dunia pun turun lebih dari 3%

“Tarif yang diberlakukan AS bisa berpotensi menjadi boomerang bagi Ekonomi AS (inflasi tinggi, harga barang tinggi karena tarif, dapat berdampak pada pasar tenaga kerja AS),” urai Eisha.

Dampak ke RI dan Rekomendasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia