Lindungi UMKM dari Dampak Tarif Impor Trump
JAKARTA, investor.id – Kebiajkan tarif resiprokal atau tarif impor balasan dari Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia sebesar 32% akan memberi dampak sejumlah industri, tak terkecuali para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah diminta memberi perhatian khusus kepada UMKM yang juga bagian dari mata rantai industri ekspor.
Untuk diketahui, sektor tekstil, pakaian, dan alas kaki menyumbang sekitar 27,5% dari total ekspor Indonesia ke AS. Angka itu belum termasuk kontribusi dari komoditas andalan seperti sawit dan karet.
Indonesian Business Council (IBC) berpandangan, pemerintah perlu segera mengambil beberapa langkah strategis guna merespons kebijakan yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4/2025). Salah satu yang diusulkan adalah memberikan dukungan kepada UMKM.
CEO IBC Sofyan Djalil menyampaikan, langkah strategis yang dapat diambil pemerintah yaitu fokus pada upaya untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memberikan dukungan kepada industri yang terdampak, termasuk didalamnya kelompok UMKM yang merupakan bagian dari mata rantai industri ekspor.
“Upaya ini perlu didukung dengan kebijakan yang kondusif, kepastian regulasi, dan reformasi struktural dalam kemudahan berbisnis. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas nasional dan daya saing ekspor,” ungkap Sofyan Djalil dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (6/4/2025).
Di sisi lain, IBC turut mengusulkan agar pemerintah mengambil langkah renegosiasi dengan pemerintah AS. Sofyan Djalil berharap pemerintah dapat mengaki ulang kerangka perjanjian dagang antara kedua negara supaya penerapan tarif yang lebih adil dan berimbang.
“Hal ini tidak hanya bertujuan untuk mempertahankan hubungan dagang yang telah berlangsung, tapi juga memperluas potensi penguatan perdagangan melalui penguatan diplomasi dagang yang aktif,” beber Sofyan Djalil.
Ada Peluang
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






