Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 4,2% pada 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Apr 2025 | 17:30 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 hanya berada dalam kisaran 4,2% hingga 4,5%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi ini menjadi cerminan dari kebijakan domestik yang kurang adaptif terhadap guncangan eksternal.

“Proyeksi yang lebih jujur dan kritis menurut kami, menempatkan pertumbuhan Indonesia hanya di kisaran 4,2% hingga 4,5%, bahkan berpotensi lebih rendah apabila respon kebijakan tetap pasif,” ucap Achmad pada Jumat (11/4/2025).

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dalam APBN 2025, sementara World Bank memperkirakan 5,1% dan OECD di angka 4,9%.

ADVERTISEMENT

Menurut Achmad, kebijakan tarif Trump adalah pemicu, namun tidak serta-merta menjadi penyebab tunggal. Bila dilihat lebih lanjut, respon fiskal yang konvensional, subsidi yang luas tetapi tidak tepat, serta ketergantungan pada instrumen APBN tanpa penguatan basis ekonomi riil menjadi faktor internal yang memperparah situasi.

Bila pemerintah tidak segera mengubah pendekatan dan mempercepat adaptasi kebijakan dengan kombinasi insentif industri, diversifikasi ekspor, dan proteksi kelompok rentan yang tepat sasaran, maka risiko krisis ekonomi yang lebih luas tidak bisa dihindari.

“Tahun 2025 bisa menjadi momen pembelajaran pahit tentang bagaimana kegagalan beradaptasi bisa menggerus pertumbuhan dan memperdalam ketimpangan,” tutur Achmad.

Menurut dia, belum ada strategi struktural jangka menengah yang konkret dan adaptif dari pemerintah. Program hilirisasi industri pun belum memberikan kontribusi nyata terhadap diversifikasi ekspor. Upaya memperluas pasar non-tradisional masih bersifat sporadis, sedangkan reformasi perpajakan belum menjangkau kelompok ekonomi digital dan sektor informal secara optimal.

Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Hanya 4,2% pada 2025
Ilustrasi: Investor Daily

Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia belum cukup adaptif dalam menghadapi ekonomi global yang makin proteksionis. Dalam kondisi ini, ketidakmampuan adaptif pemerintah dalam mengelola krisis eksternal dapat memperdalam tekanan ekonomi lebih jauh dari yang diprediksi.

“Proyeksi kami bahwa pertumbuhan 4,2% bukanlah pesimisme, tetapi justru bentuk realisme yang menggambarkan respons kebijakan yang lambat, tidak terintegrasi, dan tidak adaptif,” terang Achmad.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 15 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia