Kamis, 14 Mei 2026

Indonesia Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi untuk Hadapi Tarif Trump

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Apr 2025 | 11:59 WIB
BAGIKAN
Suasana di terminal bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Suasana di terminal bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Penambahan tarif ini menjadi salah satu fokus negosiasi dengan AS. Lantaran penambahan tarif ini akan membebani eksportir Indonesia. Khususnya, sektor-sektor yang terkena tarif tersebut.

“Dengan tambahan 10% ini ekspor kita biayanya lebih tinggi karena tambahan biaya itu diminta oleh para pembeli agar di-sharing dengan Indonesia, bukan pembelinya saja yang membayar pajak tersebut,” kata Airlangga.

Dia menegaskan, produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat yang terkena lebih tinggi dari negara Asean maupun non Asean adalah garmen, alas kaki, tekstil, furnitur, dan udang. Saat ini pemerintah Indonesia sedang mengutus tim delegasi untuk melakukan negosiasi dengan Pemerintah Amerika Serikat agar ada penerapan tarif yang berimbang antara dua negara tersebut.

ADVERTISEMENT

“Indonesia meminta, jadi apabila Amerika sudah diberikan tarif berimbang, maka Indonesia juga mengharap kepada 20 produk unggulan Indonesia yang ekspor ke Amerika diberikan tarif yang seimbang pula,” ungkap Airlangga.

Ada beberapa kebijakan dalam negosiasi Indonesia dengan AS. Pertama, deregulasi Non-Tariff Measures (NTMs) melalui relaksasi TKDN sektor ICT dari AS, serta evaluasi larangan terbatas dan percepatan halal. Kedua, peningkatan impor dan investasi dari AS.

Ketiga, menyiapkan insentif fiskal dan nonfiskal dalam bentuk penurunan bea masuk, pajak penghasilan (PPh) impor, pajak pertambahan nilai (PPN) impor. Insentif-insentif tersebut diharapkan dapat mendorong impor dari Amerika Serikat dan menjaga daya saing ekspor ke Amerika Serikat.

“Terkait dengan non-tariff measures, ada beberapa hal yang diminta. Karena itu, Indonesia juga sudah menyampaikan dokumen untuk merespons yang terkait dengan non-tariff measures tersebut,” pungkas Airlangga.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia