Jumat, 15 Mei 2026

5 Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia, Hongkong Ambil Posisi China

Penulis : Ichsan Ali
23 Apr 2025 | 21:39 WIB
BAGIKAN
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani menyampaikan Singapura menjadi negara asal penanaman modal asing (PMA) di Indonesia sepanjang kuartal I-2025. Investasi Singapura di Indonesia mencapai US$ 4,6 miliar.

“Tentunya yang ingin saya sampaikan juga dari investasi yang masuk ini memang Singapura memberikan kontribusi yang terbesar dan ini sudah selama 10 tahun terakhir Singapura menjadi investor terbesar di Indonesia,” terang Rosan dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/4/2025).

Selanjutnya, Hongkong menjadi penyumbang investasi nomor dua setelah Singapura. Nilai investasi Hongkong di Indonesia sebesar US$ 2,2 miliar.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya pada kuartal IV-2024, posisi kedua sebagai negara asal penanaman modal asing adalah China. Kini, China menempati posisi ketiga dengan nilai investasi di Indonesia mencapai US$ 1,8 miliar.

Adapun negara tetangga yaitu Malaysia menjadi negara keempat penyumbang investasi asing terbesar di Indonesia. Malaysia berinvestasi sebesar US$ 1 miliar. Kemudian ada Jepang dengan jumlah investasi sebanyak US$ 1 miliar.

5 Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia, Hongkong Ambil Posisi China
Negara asal penanaman modal asing (PMA) pada kuartal IV-2024. (Sumber: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM)

Rosan menuturkan distribusi investasi antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terbilang seimbang. PMA menyumbang Rp 230,4 triliun (49,5%), sementara PMDN mencatat Rp 234,8 triliun (50,5%).

“Ini pun kalau kita lihat konsentrasinya antara Jawa dan luar Jawa itu, alhamdulillah di luar Jawa itu justru slightly lebih besar Rp 235,9 triliun atau sebesar 50,7% dan di Jawa mencapai Rp 229,3 triliun atau sebesar 49,3%,” urai Rosan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia