Inflasi Rendah Jadi Alarm Bagi Pertumbuhan Ekonomi Domestik
JAKARTA,investor,id - Kondisi inflasi yang hanya mencapai 1,03% pada Maret 2025 diperkirakan menjadi salah satu penyebab perekonomian akan melambat pada tahun 2025. Saat inflasi berada dalam kondisi rendah maka akan memberikan dampak ke pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Pemerintah menargetkan inflasi pada kisaran 2,5±1% pada tahun 2025 ini. Pada Januari sampai Februari 2025 terjadi deflasi secara beruntun. Inflasi baru terjadi pada Maret 2025. Hal ini menjadi alarm terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.
“Inflasi yang sangat rendah saat ini sampai di kisaran 1% itu sebenarnya sesuatu yang perlu kita khawatirkan. Sebab ini adalah cerminan kondisi tidak cukupnya demand yang bisa berdampak kepada tidak cukupnya pertumbuhan ekonomi nantinya,” ucap Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Redjalam dalam diskusi yang berlangsung secara daring pada Senin (28/4/2025).
Pada tahun 2025 ini pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%. Namun Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 hanya akan mencapai 4,7%. Sedangkan inflas diperkirakan di angka 2,3%.
Baca Juga:
Menjangkar Inflasi Sesuai TargetPiter mengatakan konsumsi rumah tangga merupakan penyokong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Saat kinerja konsumsi tidak berjalan optimal maka pertumbuhan ekonomi nasional juga akan terhambat.
“Konsumsi kita sulit kita berharap tinggi ketika daya beli itu turun. Kemampuan masyarakat untuk berkonsumsi itu rendah. Tentu itu akan menyebabkan peran dari konsumsi di dalam mendorong pertumbuhan ekonomi akan terbatas,” kata Piter.
Oleh karena itu, pemerintah harus mengantisipasi pelemahan daya beli ini. Bila pelemahan daya beli berlanjut pemerintah akan kesulitan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di tahun 2025 ini.
“Ini adalah kondisi yang saya kira perlu kita cermati. Dengan kondisi yang seperti ini kita sangat sulit untuk mengharapkan pertumbuhan ekonomi kita akan bisa setidak-tidaknya mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang sudah ada,” kata Piter.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






