Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tetap Terjaga

Penulis : Arnoldus Kristianus
29 Apr 2025 | 19:12 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Di tengah tren perlambatan pertumbuhan ekonomi global pemerintah tetap optimis resiliensi perekonomian nasional tetap terjaga. Oleh karena itu pemerintah akan mengoptimalkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi domestik agar perekonomian tetap bisa melaju.

Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 hanya akan mencapai 4,7%. Proyeksi IMF ini lebih rendah dari proyeksi mereka di bulan Januari 2025 yang sebesar 5,1%. Sementara pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di angka 5,2%.

“Turunnnya hanya 0,4%, padahal AS (Amerika Serikat) dan China diperkirakan turun 0,9%. Outlook ekonomi global dari 3,2% tinggal 2,8%. Jadi kalau dibanding dengan outlook penurunan ekonomi negara-negara besar dan dunia, kita (Indonesia) masih dianggap optimis ekonomi kita,” ucap Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Selasa (29/4/2025).

ADVERTISEMENT

Salah satu faktor yang dikhawatirkan mempengaruhi perekonomian nasional adalah penerapan tarif balasan (resiprokal) dari Amerika Serikat (AS) ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia tengah melakukan negosiasi dengan AS yang akan berlangsung selama 60 hari ke depan.

“Perkembangannya masih berjalan terus, dinamika di AS dalam 60 hari masih negosiasi. Kita menjadi negara pertama yang diterima bahkan tim teknisnya sudah duduk bersama saat negara lain belum,” tutur Susiwijono.

Menurut dia, Indonesia memiliki sumber pertumbuhan ekonomi dari konsumsi rumah tangga yang selama ini berperan optimal menjadi penopang pertumbuhan ekonomi.

“Kalau dilihat struktur pertumbuhan ekonomi kita beda dengan negara lain. Ketergantungan dinamika perekonomian global tidak setinggi negara lain. Domestic market kita kuat, spending public consumption share-nya tinggi ke pertumbuhan ekonomi. Jadi relatif lebih resilient ketimbang ekonomi negara lain,” kata Susiwijono.

Di sisi lain, Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menyebut bahwa sasaran pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,2% bukan sesuatu yang otomatis tercapai, melainkan target yang hanya bisa diraih dengan kerja keras, ketepatan strategi, dan respons cepat terhadap dinamika global.

Dalam hal ini pemerintah harus mengelola risiko eksternal dengan lebih waspada, mempercepat reformasi struktural, dan memastikan bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan benar-benar adaptif dan proaktif.

“Tanpa langkah-langkah konkret yang cerdas dan terukur, momentum pertumbuhan yang menjanjikan ini bisa dengan cepat berubah menjadi peluang yang hilang,” kata Syafruddin.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 29 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia