Jumat, 15 Mei 2026

Apindo: Pemerintah Jangan Terlena dengan Realisasi Investasi Kuartal I-2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Apr 2025 | 12:06 WIB
BAGIKAN
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2024). (B-Universe Photo/Monique Handa Shafira)
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2024). (B-Universe Photo/Monique Handa Shafira)

JAKARTA,investor.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai kinerja investasi sedang berada dalam tren positif pada kuartal I-2025. Namun pemerintah jangan sampai terlena dengan kinerja investasi sebab masih terdapat tantangan untuk mencapai realisasi investasi sebesar Rp 1.905,6 triliun di tahun 2025 ini.

Berdasarkan data  Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi pada kuartal I-2025 mencapai Rp 465,2 triliun. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 234,8 triliun atau 50,5% dari total realisasi investasi dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 230,4 triliun atau 49,3% dari total realisasi investasi.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan pertumbuhan investasi dari sisi PMA dan PMDN tidak terlepas dari langkah berkelanjutan yang sudah dilakukan sejak tahun 2024 lalu. Apalagi investasi di bidang hilirisasi juga menarik minat banyak investor.

ADVERTISEMENT

“Tanggapan kami ini baik cuman kita harus berhati-hati juga. Jangan terlena dengan angka yang bagus ini karena kita tahu tantangan di depan banyak,” ucap Shinta di Jakarta pada Selasa (29/4/2025).

Shinta mengatakan upaya mendongkrak investasi juga masih membantu sejumlah tantangan mulai dari rumitnya perizinan, obesitas regulasi, hingga kendala birokrasi. Dia tidak menampik bahwa pemerintah sudah berupaya mengatasi hal-hal tersebut dengan cara melakukan deregulasi dan melakukan  revitalisasi industri padat karya.

“Prinsipnya kita juga membantu pemerintah tidak hanya menyampaikan masalah tetapi juga menyampaikan solusinya apa. Dari lapangan kami terus menerus menyampaikan kendala spesifik yang dihadapi,” terang Shinta.

Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan  capaian investasi kuartal I-2025 tetap memberikan optimisme meskipun sedikit melambat dibanding kuartal I-2024. Kenaikan 15,9% yoy menunjukkan bahwa daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi masih kuat, terutama di tengah tekanan global seperti perlambatan ekonomi Tiongkok dan ketidakpastian geopolitik.

“Namun, perlambatan ini juga menjadi early warning bahwa strategi investasi kita perlu disesuaikan dengan kondisi global yang semakin proteksionis dan selektif,” kata Anggawira.

Dia mengatakan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dapat  merambat ke negara lain sehingga membuat iklim investasi global terganggu. Imbasnya investor global kini lebih selektif dan mulai melakukan divestment dari negara-negara yang dianggap tidak memiliki kepastian kebijakan.

“Dalam konteks ini, Indonesia perlu menunjukkan posisi sebagai safe harbor dengan memperkuat kejelasan regulasi, perlindungan investor, serta percepatan ekosistem hilirisasi. Bila tidak diantisipasi, target investasi nasional 2025 bisa terdampak, terutama dari sisi PMA,” pungkas dia.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia