Airlangga Cerita Perjalanan Negosiasi Tarif AS, dari “Kebetulan” hingga Bawa Pesan Prabowo
JAKARTA, investor.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menceritakan sejumlah momen di balik proses memimpin tim negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) beberapa hari belakangan ini. Menurut dia, ini adalah misi penting untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak.
Dia menuturkan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal untuk banyak negara pada Rabu (2/4/2025). Pengumuman itu langsung mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto, yang dalam arahannya memastikan bahwa pemerintah memberi perhatian khusus terhadap kebijakan AS itu.
“Karena ini mengandung dan bisa berakibat kepada hajat hidup orang banyak,” ungkap Airlangga dalam gelaran “Investor Daily Roundtable: Trump's Trade Trap?” di The Westin Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Dia mengatakan, AS merupakan pasar ekspor terbesar kedua bagi Indonesia. Pekerja Indonesia yang bergantung pada kegiatan ekspor ke AS tentu sangat besar. “Jadi tentu di awal ini sudah menjadi perhatian,” ungkap Airlangga.
Saat pengumuman tarif Trump, Airlangga mengaku tengah berada di Malaysia. Keberadaannya di sana karena telah berjanji untuk melangsungkan pertemuan secara informal dengan Menteri Pelaburan, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Tengku Zafrul Aziz.
Kebetulan karena sedang berada di negeri jiran, ia lantas memanfaatkan momen itu untuk melakukan pembicaraan dengan pemerintah Malaysia terkait sikap Asean terhadap tarif resiprokal AS. Pandangan Malaysia menjadi sentral mengingat Malaysia yang memegang Keketuaan Asean saat ini.
Baca Juga:
Asean Harus Bersatu Hadapi Tarif Trump“Jadi pada saat di-announce, kami sudah berkomunikasi dan pada saat yang sama Perdana Menteri Malaysia, Pak Anwar Ibrahim juga bicara secara informal,” ujar Airlangga. Dari inisiasi itu pula, Asean pada giliranya punya kesamaan posisi untuk merespons yaitu memilih jalur negosiasi daripada retaliasi.
“Posisi Asean solid bersama dan menghadapi bersama bahwa ini adalah pengumuman yang unilateral. Sedangkan kita di Asean adalah kerja sama multilateral. Jadi kita sebagai negara di Asean selalu menghormati rule base perdagangan, dalam hal ini WTO,” imbuh Menko Airlangga.
Kebetulan lain yang ditemui Airlangga adalah proses aksesi Indonesia dalam OECD. Selain membicarakan proses aksesi, Indonesia sekaligus bisa menjalin komunikasi dengan sejumlah negara seperti Inggris untuk mengetahui langkah mereka merespons tarif AS. Di sisi lain, komunikasi juga dijalin dengan China.
“Sehingga tentu kita juga menerima masukan bagaimana negara-negara tersebut akan merespons terkait dengan apa yang diumumkan secara unilateral oleh Donald Trump,” kata Airlangga.
Lahir TIFA
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






