Jumat, 15 Mei 2026

Stabilitas Harga Pangan Perlu Dibarengi Penguatan Daya Beli 

Penulis : Harso Kurniawan
7 Mei 2025 | 21:30 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyusun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Sentral Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)
Pekerja menyusun beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Sentral Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Andry Denisah)

JAKARTA, Investor.id — Pemerintah terus menunjukkan komitmen menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, seperti pangan, di tengah tekanan global. Hal ini membuahkan hasil positif dengan tetap terjaganya daya beli dan inflasi bahan pangan, yang menunjukkan fondasi ekonomi tetap kuat.  

Pengamat ekonomi dan dosen Binus University Doddy Ariefianto menyampaikan, stabilnya harga ini patut diapresiasi dan didukung kebijakan lainnya. Pada kuartal I-2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,9% secara tahunan. 

“Ini merupakan sinyal bahwa fondasi ekonomi nasional cukup kuat, meski tantangan masih terlihat di sisi konsumsi dan investasi. Konsumsi rumah tangga tumbuh di bawah 5%, sedangkan investasi naik 2,1% dan belanja pemerintah terkoreksi sebesar 1,4%,” kata dia di Jakarta, Rabu (7/5/2025). 

ADVERTISEMENT

Dia menilai, menjaga stabilitas harga sembako perlu diapresiasi, tetapi belum cukup karena elastisitas konsumsi bahan pokok rendah. Dia menyoroti pentingnya memperhatikan pelemahan konsumsi domestik secara serius agar pertumbuhan bisa lebih optimal.

“Lemahnya spending rumah tangga ini perlu menjadi warning, perlu dukungan stimulus fiskal dan moneter. Pemerintah perlu speed up pengeluaran,” jelas dia.

Dia menjelaskan bahwa pola kontraksi belanja pemerintah di awal tahun merupakan fenomena berulang yang disebabkan oleh proses birokrasi anggaran. Biasanya, kuartal I baru proses pengadaan (feasibility study, pitching) dan baru kencang pada kuartal III-IV. 

Dia menilai, investasi barang modal yang masih tumbuh terbatas juga tak lepas dari siklus yang sama. “Ini juga concern, karena terlalu low, meskipun wajar, mengingat masih kuartal I,” kata dia. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 55 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 56 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia