Jumat, 15 Mei 2026

Penundaan Rilis Data BPS Ciptakan Ketidakpastian Bagi Pelaku Ekonomi

Penulis : Arnoldus Kristianus
15 Mei 2025 | 14:25 WIB
BAGIKAN
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (21/4/2025). (Foto: BPS)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (21/4/2025). (Foto: BPS)

JAKARTA,investor.id – Sikap Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunda rilis data neraca perdagangan April 2025 dinilai turut menciptakan ruang ketidakpastian yang luas di kalangan investor, pelaku usaha, dan analis pasar. Hal ini membuat transparansi data pemerintah dipertanyakan.

Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi mengatakan  bila Indonesia ingin keluar dari stigma sebagai negara paling proteksionistik, maka konsistensi, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam penyajian data publik harus menjadi langkah awal yang tidak bisa ditawar. Transparansi bukan kelemahan, tetapi fondasi kepercayaan.

“Ketika data disembunyikan atau ditunda tanpa alasan teknis yang meyakinkan, maka keraguan pasar akan berubah menjadi keyakinan bahwa ada yang sedang disembunyikan. Dan itu, lebih merugikan daripada angka defisit itu sendiri,” ucap Syafruddin pada Kamis (15/5/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, langkah BPS ini bukan sekadar perubahan teknis, melainkan mencerminkan mentalitas birokrasi yang enggan diawasi dan tidak menempatkan kebutuhan pasar sebagai prioritas. Ketertutupan data, apalagi menyangkut ekspor dan impor yang menjadi fondasi neraca perdagangan dan pertumbuhan ekonomi, hanya akan memperkuat persepsi internasional bahwa Indonesia tidak serius membuka diri terhadap integrasi global.

Keputusan BPS  untuk menunda rilis data ekspor-impor bulanan memperkuat reputasi negatif Indonesia sebagai negara dengan hambatan perdagangan tertinggi di dunia. Dalam laporan Trade Barrier Index (TBI) 2025, Indonesia menempati peringkat terakhir dari 122 negara, mencerminkan tingkat proteksionisme yang ekstrem di berbagai aspek kebijakan perdagangan, termasuk transparansi informasi.

“Saat negara lain berupaya meningkatkan keterbukaan dan kecepatan informasi ekonomi, Indonesia justru mengambil langkah mundur yang bertentangan dengan prinsip perdagangan modern yang berbasis transparansi dan prediktabilitas,” terang Syafruddin.

BPS menunda rilis neraca perdagangan April 2025. Selama ini rilis neraca perdagangan diumumkan pada tanggal 15 setiap bulan. Namun untuk ke depannya rilis neraca perdagangan dibarengi dengan rilis rutin lain yang dilakukan pada awal bulan. Langkah ini sebagai bentuk komitmen BPS untuk menghadirkan data yang berkualitas, BPS tidak lagi merilis angka sementara perkembangan ekspor impor yang biasanya dikeluarkan setiap tengah bulan

“Dalam rangka meningkatkan kualitas data, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis angka tetap perkembangan Ekspor Impor di setiap awal bulan,”dikutip dari pernyataan resmi yang diterima pada Kamis (15/5/2025).

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 42 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 52 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia