Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Melambat, Pakar Sarankan Pemerintah Tinjau Ulang Efisiensi Anggaran

Penulis : Alfida Rizky Febrianna
25 Mei 2025 | 15:07 WIB
BAGIKAN
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty. (B-Universe Photo/Alfida)
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty. (B-Universe Photo/Alfida)

JAKARTA, investor.id - Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dinilai memberi pengaruh terhadap pelemahan ekonomi Indonesia saat ini. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi selama kuartal pertama 2025 yang belum mencapai angka 5%.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Telisa Aulia Falianty menyampaikan, di tengah perekonomian yang lesu saat ini, pemerintah perlu mengkaji ulang efisiensi anggaran yang diperuntukkan kepada sektor-sektor yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Efisiensi anggaran ini mungkin perlu dikaji lebih jauh lagi, dan program-program pemerintah yang memang dijadikan prioritas itu harus segera didorong, supaya betul-betul langsung ke sektornya dirasakan oleh masyarakat," ungkap Telisa, saat dihubungi Minggu (25/5/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Telisa, ada faktor yang menjadi penyebab ekonomi Indonesia saat ini lesu. Pertama, dari segi likuiditas banyak sekali kontraksi yang mengganggu ekonomi baik dari segi fiskal maupun moneter.

"Yang kita tahu, efisiensi anggaran itu ternyata sangat mempengaruhi, karena pertumbuhan yang disebabkan oleh pengeluaran pemerintah itu ternyata cukup tinggi juga selain dari konsumsi. Jadi banyak sekali pengeluaran masyarakat itu yang di-trigger oleh pengeluaran pemerintah," jelasnya.

Faktor kedua, yakni komoditas. Telisa menilai, perekonomian Indonesia berbasiskan kepada harga komoditas. Ketika harga komoditas bagus, maka perkonomian akan tumbuh bagus. Sebaliknya, apabila harga komoditas mengalami perlambatan, maka perekonomian akan lesu.

"Dengan faktor-faktor ini, seharusnya ada insentif. Makanya, pemerintah kalau tidak salah sudah mengumumkan stimulus ekonomi seperti diskon listrik bagi masyarakat dan insentif lainnya yang kabarnya akan diluncurkan pada Juni bulan depan," pungkasnya.

Editor: Maswin

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 16 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 54 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 58 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia