Pengusaha Beri Catatan untuk Penerapan Paket Stimulus Ekonomi
JAKARTA,investor.id - Kalangan pengusaha memberikan sejumlah catatan agar penerapan paket stimulus ekonomi kuartal II dapat berjalan optimal. Kehadiran stimulus berbasis konsumsi diharapkan dapat meningkatkan geliat pertumbuhan ekonomi domestik.
“Kami melihat paket stimulus ini perlu dirancang sebagai bagian dari policy mix yang lebih komprehensif: kombinasi antara dorongan konsumsi, penguatan investasi dan ekspor, insentif sektor produksi, dan stabilitas kebijakan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ucap Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi Investor Daily pada Minggu (25/5/2025).
Shinta memberikan empat catatan agar penerapan paket stimulus tersebut bisa berjalan optimal. Pertama yaitu efektivitas program perlu disertai eksekusi yang tepat waktu dan terkoordinasi, agar dampaknya benar-benar terasa dalam kuartal II dan III yang menjadi periode penentu pemulihan pertumbuhan tahun ini. Kedua yaitu pemerintah harus memastikan bahwa insentif ini mencakup kelompok ekonomi menengah, yang kontribusinya terhadap konsumsi domestik sangat signifikan namun seringkali terabaikan dalam pemberian dukungan.
“Seperti kita tahu, dalam kurun waktu 2019-2024, terjadi penurunan jumlah kelas menengah yang cukup signifikan, sebanyak 9,5 juta orang,” tutur Shinta.
Ketiga yaitu insentif yang diberikan kepada pelaku usaha, khususnya sektor padat karya, perlu diperluas dan dipercepat, termasuk pemberian insentif fiskal di berbagai sektor, kemudahan perizinan dan deregulasi, maupun akses pembiayaan yang lebih terjangkau.
“Diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang diperpanjang patut diapresiasi, tetapi perlu dipertimbangkan adanya perluasan insentif tambahan yang secara langsung dapat membantu pelaku usaha di sektor industri padat karya,” terang dia.
Keempat yaitu stimulus konsumsi perlu dibarengi dengan penguatan sisi produksi, agar tidak hanya mendorong belanja jangka pendek, tapi juga menjaga keberlanjutan industri dan penciptaan lapangan kerja ke depan. Keberlanjutan sektor industri padat karya membutuhkan juga dukungan kebijakan yang mendukung efisiensi biaya produksi dan penguatan daya saing industri di pasar global.
Baca Juga:
Mulai Dari Diskon Listrik Hingga Bantuan Subsidi Upah, Ini Bocoran Paket Kebijakan Ekonomi TerbaruShinta mengatakan bahwa pemulihan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat tercapai melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan adanya sinergi antar pemangku kepentingan maka upaya mendorong laju perekonomian bisa berjalan optimal.
“Untuk itu, Apindo siap berkontribusi melalui dialog dan masukan konkret agar kebijakan insentif ini tepat sasaran, berdampak luas, dan mampu memperkuat fondasi pertumbuhan nasional dalam jangka pendek maupun menengah dan panjang,” kata Shinta.
Pada 5 Juni 2025 pemerintah akan meluncurkan enam paket stimulus berbasis konsumsi domestik, dengan fokus pada peningkatan aktivitas masyarakat di sektor transportasi, energi, hingga bantuan sosial. Stimulus pertama yakni berupa diskon transportasi yang mencakup diskon tiket kereta api, diskon tiket pesawat, serta diskon tarif angkutan laut selama masa libur sekolah. Kedua, pemerintah akan memberikan potongan tarif tol dengan target sekitar 110 juta pengendara dan berlaku pada Juni-Juli 2025.
Ketiga, pemerintah akan memberikan diskon tarif listrik sebesar 50% selama bulan Juni dan Juli 2025 yang ditargetkan bagi 79,3 juta rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 VA. Keempat, Pemerintah juga menambah alokasi bantuan sosial berupa kartu sembako dan bantuan pangan dengan target 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk bulan Juni-Juli 2025. Selanjutnya, stimulus kelima berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta atau UMP, serta guru honorer. Stimulus keenam, Pemerintah memperpanjang program diskon iuran JKK bagi pekerja di sektor padat karya.
Baca Juga:
Tambah Stimulus untuk Dongkrak Daya BeliSecara terpisah, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Anggawira mengatakan paket stimulus tersebut merupakan langkah pragmatis dan responsif yang menunjukkan keberpihakan terhadap konsumsi rakyat kecil dan kelas menengah. Efeknya akan terasa cepat tetapi harus dilanjutkan dengan strategi transformasi struktural agar momentum pertumbuhan tidak hanya sesaat.
“Pemerintah juga perlu menjaga keseimbangan antara stimulus konsumsi dan investasi agar pemulihan ekonomi lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Anggawira.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






