Jumat, 15 Mei 2026

Banggar DPR Minta Pemerintah Tunda Rencana Efisiensi Anggaran Tahun 2026

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Mei 2025 | 19:13 WIB
BAGIKAN
Ketua Banggar DPR Said Abdullah. (Foto: istimewa)
Ketua Banggar DPR Said Abdullah. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menilai pemerintah perlu menangguhkan rencana efisiensi anggaran belanja yang akan dijalankan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Hal tersebut perlu dilakukan sembari melihat kondisi pertumbuhan ekonomi domestik,

“Kalau melihat kebutuhan pemerintah, program-program pemerintah saat ini, dimana pemerintah melakukan efisiensi 2025, bahkan akan dilanjutkan 2026, lebih baik menurut hemat saya keinginan itu untuk sementara ditangguhkan dulu,” ucap Ketua Banggar Said Abdullah di Kompleks Parlemen pada Selasa (27/5/2025).

Menurut dia, kinerja perekonomian domestik sedang mengalami tantangan berat. Oleh karena itu perlu sinergi seluruh pemangku kepentingan agar perekonomian berjalan optimal. Rasio pendapatan negara ditargetkan pada kisaran 11,71% hingga 12,22% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sedangkan rasio belanja negara dialokasikan dalam kisaran 14,19% sampai 14,75% dari PDB.

ADVERTISEMENT

“Tantangannya memang berat, tapi tantangan itu harus kita lalui bersama. Best effort terus dilakukan oleh pemerintah, karena penerimaan negara baik pajak maupun cukai, termasuk PNBP di dalamnya, pemerintah memang punya tantangan yang sangat berat, untuk memenuhi target APBN 2026,” terang Said.

Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, perang tarif perdagangan, konflik geopolitik dan dinamika global lainnya, yang ikut memberikan dampak terhadap kondisi dalam negeri baik secara ekonomi, politik sosial, dan budaya. Oleh karena itu pemerintah harus meredam dampak tekanan perekonomian global tersebut dengan menjalankan kebijakan yang tepat.

Banggar DPR Minta Pemerintah Tunda Rencana Efisiensi Anggaran Tahun 2026
Distribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. (Ilustrasi: Investor Daily)

“Merespons hal-hal tersebut maka dibutuhkan kebijakan negara yang tepat dalam mengintervensi situasi sehingga dapat menjaga keberlanjutan perekonomian nasional, memastikan pembangunan nasional tetap berjalan dan melindungi kehidupan rakyat,” kata Puan.

Dia menyatakan, DPR RI melalui fungsi konstitusionalnya akan ikut memperkuat kebijakan-kebijakan negara yang diperlukan pemerintah untuk menjaga dan melindungi kepentingan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.

“Semua inisiatif dalam menyelesaikan tantangan pembangunan nasional, pada akhirnya dibatasi oleh kemampuan keuangan negara. Oleh karena itu diperlukan program prioritas dan kerja-kerja yang terencana, terukur, dan terkoordinasi,” kata Puan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa efisiensi anggaran belanja negara tetap akan menjadi acuan dalam menggodok APBN 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kualitas belanja agar lebih produktif dan bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami masih akan terus memonitor berbagai langkah-langkah efisiensi dan dari hasil tersebut tentu nanti penyusunan APBN 2026 dengan menggunakan seluruh evaluasi tahun ini (2025) yang sudah dilakukan,” ujar Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia