Jumat, 15 Mei 2026

Apindo Proyeksi Penerimaan Pajak Berpotensi Terpeleset Rp 130 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
19 Jun 2025 | 20:03 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi pajak. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi pajak. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, investor.id – Kinerja penerimaan pajak masih berada dalam tren negatif selama Januari hingga Mei 2025. Bila hal tersebut masih berlanjut hingga akhir tahun maka realisasi penerimaan pajak akan meleset dari target atau terjadi shortfall. Penerimaan pajak diperkirakan akan mengalami shortfall Rp 130 triliun dari target mencapai Rp 2.189,3.

“Penerimaan pajak, dalam kondisi ceteris paribus dan tanpa terobosan extra effort dari otoritas, potensi shortfall pada akhir tahun 2025 bisa mencapai Rp 130 triliun, dari target penerimaan pajak sebesar Rp. 2.189,3 triliun,” ucap Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani saat dihubungi Investor Daily pada Kamis (19/6/2025).

Dia pun berharap pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 bisa berjalan lebih eskalatif. Lalu, belanja pemerintah dapat berjalan lebih maksimal maksimal, sehingga daya beli masyarakat membaik seiring dengan program-program populis dan eskalasi program di daerah oleh pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, penerimaan pajak juga akan berbanding lurus dengan eskalasi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan upaya ekstra untuk bisa mencapai target penerimaan pajak pada akhir tahun 2025.

“Program ekstensifikasi dan intensifikasi harus di-exercise dengan pas dan komprehensif. Karena, satu sisi penerimaan pajak harus aman, sedangkan sisi lain pertumbuhan ekonomi harus tetap terjaga dengan baik,” tutur Ajib.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 683,3 triliun per 31 Mei 2025. Penerimaan pajak baru mencapai 31,2% dari target penerimaan pajak dalam APBN 2025 yang sebesar Rp 2.189,3 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya maka terjadi kontraksi 10,14%.

Terjadinya kontraksi penerimaan di awal tahun 2025 ini karena beberapa faktor yang kompleks. Khususnya karena restitusi yang ditarik oleh wajib pajak pada Bulan Januari dan Februari 2025. Pada saat yang sama penerapan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Core Tax Administration System) yang juga dikenal sebagai coretax, belum berjalan optimal. Lalu terjadi perlambatan ekonomi domestik dan global sehingga penerimaan pajak ikut terpukul.

Menurut dia, target penerimaan pajak tahun 2025 sejak awal memang cenderung terlalu tinggi. Penerimaan pajak tahun 2024 sebesar Rp 1.932,4 triliun, sehingga secara kalkulasi ekonomi, target tahun 2025 naik sebesar 13,29% dari penerimaan sebelumnya.

Idealnya, kenaikan penerimaan pajak adalah sebesar proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Dalam kerangka ekonomi makro 2025, proyeksi pertumbuhan ekonomi awalnya 5,2% dan inflasi kisaran 2,5%. Maka, kenaikan target penerimaan pajak pada kisaran 7%-8% relatif bisa tercapai.

“Pemerintah bisa mendorong beberapa terobosan untuk menambal potensi shortfall tahun 2025, misalnya dengan mendorong amnesti pajak jilid III, atau mendorong ekstensifikasi objek pajak baru di pasar keuangan dengan mendorong sekuritisasi Real Estate Investment Trust (REITs) yang bisa berkontribusi sekitar Rp 20 triliun tambahan penerimaan negara,” demikian tutur Ajib.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia