Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Prediksi Inflasi Sentuh 0,2% pada Juni 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Jun 2025 | 17:26 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Pedagang menata cabai rawit di Pasar Besar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
Foto ilustrasi. Pedagang menata cabai rawit di Pasar Besar, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)

JAKARTA, investor.id – Kalangan ekonom memperkirakan akan terjadi inflasi bulanan sebesar 0,2% pada Juni 2025 ini. Hal ini disebabkan oleh tekanan harga pangan yang terjadi karena meningkatnya permintaan selama libur sekolah dan Idul Adha.

Adapun pemerintah menargetkan inflasi pada kisaran 2,5%±1% pada tahun 2025.

“Inflasi Juni 2025 diperkirakan sebesar 0,2% secara bulanan dan 1,9% secara tahunan, dengan inflasi inti di kisaran 2,4% secara tahunan. Hal ini mencerminkan tekanan harga yang masih relatif terkendali namun tetap perlu dicermati,” ucap Ekonom Danamon Hosianna Evalita Situmorang saat dihubungi pada Senin (30/6/2025).

ADVERTISEMENT

Inflasi inti juga disebabkan karena tingginya harga emas di pasar dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi tekanan biaya (cost-push inflation) atau permintaan (demand-pull inflation) dalam kondisi pelemahan konsumsi rumah tangga.

Hosianna mengatakan bahwa pelaksanaan paket stimulus untuk menjaga daya beli dan stabilisasi pada kuartal II-2025 belum memberikan dampak signifikan terhadap inflasi pada Juni 2025. Dampak kebijakan tersebut baru akan terasa pada Juli 2025, seiring prakiraan terjadi peningkatan belanja masyarakat.

“Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian inflasi sebaiknya difokuskan pada stabilisasi pasokan pangan dan logistik, sementara ruang pelonggaran suku bunga oleh Bank Indonesia tetap terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan konsumsi perlu didorong tanpa menciptakan risiko terhadap stabilitas harga,” tutur Hosianna.

Ekonom Prediksi Inflasi Sentuh 0,2% pada Juni 2025
Ilustrasi: Investor Daily, B-Universe Research

Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi Juni 2025 ini dalam konferensi pers pada Selasa (1/7/2025). Hal ini akan diumumkan bersama indikator lainnya yaitu indeks harga perdagangan besar Juni 2025; perkembangan nilai tukar petani dan harga produsen gabah Juni 2025; perkembangan pariwisata nasional Mei 2025; perkembangan transportasi nasional Mei 2025; luas panen dan produksi padi di Indonesia; luas panen dan produksi jagung di Indonesia; dan perkembangan ekspor dan impor Indonesia Mei 2025.

Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Central Asia, David Sumual memperkirakan akan terjadi inflasi bulanan sebesar 0,18% dan secara tahunan sebesar 1,86% pada Juni 2025. Sedangkan inflasi inti diperkirakan akan mencapai 0,1% secara bulanan dan secara tahunan sebesar 2,41%.

“Inflasi pada Juni 2025 didorong oleh kenaikan harga bahan pokok terutama untuk komoditas beras dan bawang merah,” terang David

Sementara itu komponen inflasi inti dan harga diatur pemerintah (administered price) sebagian besar masih mirip seperti pada Mei 2025. Hal yang membedakan untuk inflasi inti adalah kenaikan harga emas yang sedang berada dalam tren kenaikan baik jika diukur secara bulanan maupun secara tahuan.

Kondisi inflasi juga akan menjadi salah satu pertimbangan BI dalam menentukan suku bunga acuan. Untuk kedepannya ruang penurunan suku bunga acuan masih terbuka tetapi BI juga mempertimbangkan sejumlah faktor dari kondisi perekonomian global.

“Ada ruang untuk penurunan tetapi masih tergantung kondisi eksternal terutama terkait kebijakan The Fed (Bank Sentral AS), tensi geopolitik Timur Tengah dan kelanjutan perang dagang,” pungkas David.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia