Ekonom Prediksi Inflasi Sentuh 0,2% pada Juni 2025
JAKARTA, investor.id – Kalangan ekonom memperkirakan akan terjadi inflasi bulanan sebesar 0,2% pada Juni 2025 ini. Hal ini disebabkan oleh tekanan harga pangan yang terjadi karena meningkatnya permintaan selama libur sekolah dan Idul Adha.
Adapun pemerintah menargetkan inflasi pada kisaran 2,5%±1% pada tahun 2025.
“Inflasi Juni 2025 diperkirakan sebesar 0,2% secara bulanan dan 1,9% secara tahunan, dengan inflasi inti di kisaran 2,4% secara tahunan. Hal ini mencerminkan tekanan harga yang masih relatif terkendali namun tetap perlu dicermati,” ucap Ekonom Danamon Hosianna Evalita Situmorang saat dihubungi pada Senin (30/6/2025).
Inflasi inti juga disebabkan karena tingginya harga emas di pasar dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi tekanan biaya (cost-push inflation) atau permintaan (demand-pull inflation) dalam kondisi pelemahan konsumsi rumah tangga.
Hosianna mengatakan bahwa pelaksanaan paket stimulus untuk menjaga daya beli dan stabilisasi pada kuartal II-2025 belum memberikan dampak signifikan terhadap inflasi pada Juni 2025. Dampak kebijakan tersebut baru akan terasa pada Juli 2025, seiring prakiraan terjadi peningkatan belanja masyarakat.
“Dalam konteks ini, kebijakan pengendalian inflasi sebaiknya difokuskan pada stabilisasi pasokan pangan dan logistik, sementara ruang pelonggaran suku bunga oleh Bank Indonesia tetap terbuka apabila tekanan eksternal mereda dan konsumsi perlu didorong tanpa menciptakan risiko terhadap stabilitas harga,” tutur Hosianna.
Baca Juga:
BI Rate Ditahan 5,5% pada Juni 2025Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi Juni 2025 ini dalam konferensi pers pada Selasa (1/7/2025). Hal ini akan diumumkan bersama indikator lainnya yaitu indeks harga perdagangan besar Juni 2025; perkembangan nilai tukar petani dan harga produsen gabah Juni 2025; perkembangan pariwisata nasional Mei 2025; perkembangan transportasi nasional Mei 2025; luas panen dan produksi padi di Indonesia; luas panen dan produksi jagung di Indonesia; dan perkembangan ekspor dan impor Indonesia Mei 2025.
Di sisi lain, Kepala Ekonom Bank Central Asia, David Sumual memperkirakan akan terjadi inflasi bulanan sebesar 0,18% dan secara tahunan sebesar 1,86% pada Juni 2025. Sedangkan inflasi inti diperkirakan akan mencapai 0,1% secara bulanan dan secara tahunan sebesar 2,41%.
“Inflasi pada Juni 2025 didorong oleh kenaikan harga bahan pokok terutama untuk komoditas beras dan bawang merah,” terang David
Sementara itu komponen inflasi inti dan harga diatur pemerintah (administered price) sebagian besar masih mirip seperti pada Mei 2025. Hal yang membedakan untuk inflasi inti adalah kenaikan harga emas yang sedang berada dalam tren kenaikan baik jika diukur secara bulanan maupun secara tahuan.
Kondisi inflasi juga akan menjadi salah satu pertimbangan BI dalam menentukan suku bunga acuan. Untuk kedepannya ruang penurunan suku bunga acuan masih terbuka tetapi BI juga mempertimbangkan sejumlah faktor dari kondisi perekonomian global.
“Ada ruang untuk penurunan tetapi masih tergantung kondisi eksternal terutama terkait kebijakan The Fed (Bank Sentral AS), tensi geopolitik Timur Tengah dan kelanjutan perang dagang,” pungkas David.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






