Dampak Tarif Trump Sudah Masuk Hitungan RAPBN 2026
JAKARTA, investor.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan risiko tentang dampak penerapan tarif sebesar 32% dari Amerika Serikat (AS) ke produk ekspor Indonesia sudah dimasukan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu risiko dari perkiraan pemerintah terhadap kondisi perekonomian di tahun 2026.
“Makanya dalam persiapan kita untuk menetapkan range mulai dari pertumbuhannya 5,2% sampai 5,8% ini semuanya adalah hasil kombinasi dari risiko yang kita pantau secara global lalu termasuk kita melihat potensi yang kita miliki,” tegas Febrio di Gedung DPR pada Selasa (8/7/2025).
Baca Juga:
Indonesia Masuk Jebakan TrumpDiketahui sebelumnya lewat platform Truth Social pada Senin (7/7/2025), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui suratnya kepada Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bakal mengenakan tarif bea masuk sebesar 32% terhadap produk-produk Indonesia di AS, mulai 1 Agustus 2025.
Febrio mengungkapkan, hubungan perdagangan dilakukan pemerintah Indonesia secara dinamis. Pemerintah terus melakukan diversifikasi mitra dagang agar tidak memiliki ketergantungan terhadap negara tertentu.
“Untuk perdagangan global pun kan sebenarnya ini tidak statis, jadi kalaupun kita menghadapi kendala dengan satu negara dalam jangka menengah, kita akan melakukan adjustment, ini yang sering disebut sebagai trade diversion,” tegas Febrio.
Dia menuturkan bahwa di tengah tekanan perekonomian global pemerintah akan mendongkrak sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pemerintah akan mengoptimalkan program di bidang ketahanan pangan, pendidikan, hingga hilirisasi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi domestik.
“Jadi potensi pertumbuhan ekonomi 5,2% sampai 5,8% itu masih range yang sedang kita rancang untuk menyusun RAPBN 2026,” terang Febrio.
Baca Juga:
Komisi XI DPR Setujui KEM-PPKF 2026Adapun berikut rincian Asumsi Dasar Ekonomi Makro dan target pembangunan dalam KEM-PPKF 2026:
-
Pertumbuhan ekonomi: 5,2% sampai 5,8%
-
Inflasi: 1,5% sampai 3,5%
-
Nilai tukar rupiah: Rp 16.500- Rp 16.900
-
Tingkat suku bunga SBN 10 Tahun : 6,6% sampai 7,2%
-
Tingkat Pengangguran Terbuka: 4,44% sampai 4,96%
-
Tingkat Kemiskinan: 6,5% sampai 7,5%
-
Kemiskinan Ekstrem: 0-0,5%
-
Rasio Gini: 0,377-0,380
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






