Titah Prabowo: Semua Koperasi Merah Putih Beroperasi Penuh Desember 2025
JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto memberi perintah tegas bahwa semua Koperasi Merah Putih yang terdiri lebih dari 80.000 unit harus beroperasi penuh pada Desember 2025. Hal ini sekaligus membantah anggapan fokus pemerintah tahun ini hanya kepada koperasi-koperasi percontohan.
“Enggak. Presiden (Prabowo) sudah bilang targetnya akhir tahun ini, Desember 2025, 80 ribu itu semua sudah beroperasi,” kata Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Jakarta, Kamis (10/7/2025), seperti dikutip dari Antara.
Pemerintah siap meluncurkan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada 19 Juli 2025. Rencananya, Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan langsung Koperasi Merah Putih di Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dalam seremoni tersebut, juga direncanakan ada 103 Koperasi Merah Putih percontohan (mock-up) yang akan ditampilkan di hadapan presiden secara daring.
Saat ini sudah ada 80.560 unit Koperasi Merah Putih yang terbentuk di seluruh desa/kelurahan di Tanah Air. Dari angka itu, sekitar 77.000 koperasi sudah berbadan hukum. Pemerintah pun terus mengakselerasi legalitas badan hukum koperasi ke Kementerian Hukum menjelang peluncuran.
Lebih lanjut, Budi Arie menyebut Kementerian Koperasi memiliki strategi untuk memastikan keberlanjutan Kopdes/kel Merah Putih. Ia mencontohkan beberapa potensi bisnis yang bisa dijalankan oleh kopdes, seperti menjadi agen LPG, agen pupuk, agen beras, atau agen minyak goreng.
Ia menjelaskan, jika sebuah kopdes ingin menjadi agen LPG maka koperasi tersebut harus mengajukan proposal bisnis yang mencakup kebutuhan modal untuk menebus barang dari pemasok seperti Pertamina. Selain itu, investasi untuk infrastruktur seperti gudang penyimpanan juga perlu diperhitungkan dalam proposal.
“(Proposal) itu lalu diajukan ke perbankan, dan perbankan akan membiayai sekian,” terang Budi Arie.
Dia menekankan bahwa perbankan bukan sekadar memberi dana tunai secara cuma-cuma kepada Koperasi Merah Putih, melainkan harus secara terukur dalam rangka pemberdayaan. Ini pula yang diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang pengembangan usaha.
“Bukan main duit dikasih begitu. Enggak. Ini program pemberdayaan. Program bagaimana masyarakat Indonesia pola pikirnya diubah. Ini perubahan,” pungkas Menkop Budi Arie.
Adapun para penyalur pembiayaan untuk Koperasi Merah Putih akan berasal dari empat sumber utama, yaitu bank-bank Himbara, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan koperasi simpan pinjam (KSP). Regulasi terkait pembiayaan nantinya bakal dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang rencananya diterbitkan dalam waktu dekat.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






