Jumat, 15 Mei 2026

Ramalan Suram Indef Setelah Tarif Trump 19% Diterapkan

Penulis : Arnoldus Kristianus
21 Jul 2025 | 14:42 WIB
BAGIKAN
Foto ilustrasi. Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). (ANTARAFOTO/Maulana Surya)
Foto ilustrasi. Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

JAKARTA, investor.id – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) melaporkan penerapan tarif bea masuk sebesar 19% untuk produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS) akan memberikan dampak negatif ke pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kebijakan tarif bea masuk 19% menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 0,11%,” ucap Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman dalam diskusi virtual pada Senin (21/7/2025).

Dia mengatakan, kontraksi ini menjadi penurunan terdalam dari negara-negara lain. Imbasnya perekonomian Indonesia paling dirugikan dalam skema tarif yang timpang ini.

ADVERTISEMENT

Sementara itu AS mendapatkan keuntungan sebab saat produk-produk Indonesia menjadi lebih mahal di pasar AS akibat tarif 19%, tetapi produk AS tetap masuk ke pasar Indonesia tanpa hambatan tarif. Perekonomian AS diuntungkan dari sisi perdagangan dan produksi domestik.

Neraca perdagangan AS terhadap Indonesia akan membaik. Sedangkan defisit Indonesia meningkat terhadap AS. Apalagi tidak ada hambatan non tarif dari AS ke Indonesia yang akan memberikan keuntungan ke AS,” terang dia.

Ramalan Suram Indef Setelah Tarif Trump 19% Diterapkan
Prospek ekonomi 2025. (Ilustrasi: Bank Indonesia)

Sedangkan dari sisi investasi, Indonesia mengalami penurunan sebesar 0,061% terhadap baseline. Penurunan tersebut mencerminkan melemahnya insentif investasi akibat terganggu prospek ekspor dan meningkatnya ketidakpastian pasar global.

“Hal ini menunjukkan prospek Indonesia akan terganggu dan meningkatnya ketidakpastian di pasar global,” kata Rizal.

Pada saat yang sama, negara-negara lain seperti Asia Selatan, India, dan Amerika Utara justru mengalami kenaikan kecil dalam aktivitas investasi. Hal tersebut menunjukkan adanya efek pengalihan investasi dari Indonesia ke negara-negara pesaing yang lebih terlindungi dari kebijakan tarif.

“Perlu strategi nasional untuk menjaga daya tarif investasi melalui stabilisasi iklim usaha, diversifikasi pasar ekspor, dan perbaikan efisiensi logistik dan kebijakan insentif sektor tradable,” tutur Rizal.

Ramalan Suram Indef Setelah Tarif Trump 19% Diterapkan
Komoditas ekspor RI ke AS. (Ilustrasi: Investor Daily)

Sementara itu, daya beli rumah tangga turun sebesar 0,091%, terdalam dibanding negara lain akibat kebijakan tarif 19% dari AS terhadap ekspor Indonesia. Penurunan ini mencerminkan melemahnya pendapatan dan naiknya harga konsumsi yang menekan konsumsi riil. Beberapa negara lain justru diuntungkan oleh efek pengalihan perdagangan.

“Artinya kebijakan tarif saat ini secara langsung merugikan kesejahteraan rumah tangga Indonesia dan perlu direspons dengan kebijakan kompensasi yang tepat sasaran,” kata Rizal.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia