Jumat, 15 Mei 2026

Belanja Prabowo Tahun 2026 Dirancang Tembus Rp 3.800 Triliun

Penulis : Addin Anugrah Siwi
22 Jul 2025 | 17:36 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI telah menyepakati postur awal belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), total belanja negara tahun depan diperkirakan berada di kisaran Rp 3.800–3.820 triliun untuk tahun 2026. Mencerminkan kenaikan sekitar 5,17% dari tahun sebelumnya

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menjelaskan, angka tersebut masih berada dalam rentang asumsi yang telah disepakati bersama pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Belanja APBN kita tahun depan itu sekitar Rp 3.800 sampai Rp 3.820 triliun, masih dalam range asumsinya,” ujar Said kepada awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/7/2025).

Meski begitu, Said menegaskan bahwa angka resmi baru akan ditentukan dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2026 yang akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus mendatang. Menurutnya, Banggar tidak dapat mendahului penyampaian resmi karena menyangkut detail angka belanja yang krusial.

“Sekarang yang dibahas hanya posturnya saja. Angkanya belum muncul di Badan Anggaran. Walaupun kita punya gambaran, tetap harus menunggu Nota Keuangan karena ini menyangkut angka,” jelasnya.

Sebagai perbandingan, dalam Nota Keuangan 2025, total belanja negara ditetapkan sebesar Rp 3.613,1 triliun, yang terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 2.693,2 triliun dan transfer ke daerah Rp 919,9 triliun.

Adapun dalam RAPBN 2026, belanja negara dipatok pada kisaran 14,19% hingga 14,83% terhadap PDB. Sementara pendapatan negara diproyeksikan mencapai 11,71%-12,31%, dengan defisit anggaran berkisar 2,48%-2,53% dari PDB.

Rangkaian asumsi makro yang mendasari penyusunan RAPBN 2026 antara lain pertumbuhan ekonomi 5,2%–5,8%, inflasi 1,5%–3,4%, dan nilai tukar rupiah Rp 16.500–16.900 per dolar AS. Pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menjadi 6,5%–7,5% dan kemiskinan ekstrem ke kisaran 0%–0,5%.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 46 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia