Hasil Diplomasi Garuda Jadi Bekal Pertumbuhan Ekonomi RI di Masa Depan
JAKARTA, investor.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani mengungkapkan bahwa Diplomasi Garuda yang tetap mengedepankan kepentingan nasional akan menjadi bekal positif bagi perekonomian Indonesia di masa depan. Seperti yang diketahui, Diplomasi Garuda telah mencapai sejumlah pencapaian signifikan dalam beberapa waktu belakangan.
Sejumlah diplomasi yang dimaksud membuahkan hasil seperti negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) bagi Indonesia menjadi 19% dari sebelumnya 32%, penyelesaian perjanjian dagang bebas Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), hingga keanggotaan Indonesia ke dalam BRICS.
“Kalau kita lihat dengan kondisi ekonomi seperti ini, upaya apapun, apakah itu berkaitan dengan Tarif Trump, dengan IEU-CEPA, maupun keterlibatan Indonesia dalam BRICS itu masing-masing memegang peranan penting untuk ekonomi kita ke depan,” ungkap Shinta.
Baca Juga:
Oleh-Oleh Berharga dari Diplomasi GarudaHal tersebut disampaikan Shinta saat menghadiri acara Investor Daily Roundtable (IDR) bertajuk “Diplomasi Ekonomi: Menavigasi Tantangan Global Menuju Kemitraan Ekonomi Baru” bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Menurut Shinta, berbagai upaya diplomasi ekonomi tersebut perlu dilakukan di tengah kondisi geopolitik yang masih dipenuhi dengan ketidakpastian. Dia pun mengapresiasi langkah pemerintah saat ini yang berupaya menjalin hubungan ekonomi lebih erat dengan negara-negara maju dan berkembang.
“Ya, saya rasa memang kami perlu apresiasi bahwa pemerintah terus melakukan upaya untuk diplomasi ekonomi. Saya rasa ini sangat-sangat penting dengan kondisi geopolitik juga yang masih penuh dengan ketidakpastian,” katanya.
Sejalan dengan itu, Shinta juga mengapresiasi langkah B-Universe menggelar dialog bersama Menko Airlangga yang menghadirkan pejabat pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, dan stakeholders terkait di bidang perdagangan yang dapat berpartisipasi dalam diskusi secara langsung, di tengah banyaknya mispersepsi.
“Makanya saya sangat menghargai adanya Investor Daily Roundtable ini untuk memberikan kejelasan. Karena bagi kami, bagi publik, maupun antar pemerintah, juga masih banyak yang belum jelas, mengenai apa sih sebenarnya contoh hasil diplomasi ekonomi ini,” tuturnya.
Di sisi lain dalam putaran diskusi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Diplomasi Garuda telah membuka lembaran baru bagi kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan berbagai negara. Bagi Indonesia, ini akan membuka pasar ekspor yang lebih luas sekaligus menggaet investasi ke dalam negeri.
Dia mengatakan, melalui Diplomasi Garuda, Indonesia telah mencapai kesepakatan politik dengan Uni Eropa mengenai perdagangan bebas bertajuk IEU-CEPA. Sementara dalam negosiasi tarif resiprokal dengan AS, Indonesia mencapai kesepakatan untuk dikenakan tarif 19% atau lebih rendah dari rencana sebelumnya sebesar 32%.
“Ini adalah deal yang dilakukan oleh Presiden Trump dan Presiden Prabowo sendiri. Pada saat negosiasi, White House mengatakan ini sebagai historical deal,” ungkap Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





