Jumat, 15 Mei 2026

Sri Mulyani Proyeksikan Dana Abadi Pendidikan Rp 175 triliun pada 2026

Penulis : Akmalal Hamdhi
7 Aug 2025 | 22:01 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan saat acara Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan paparan saat acara Konvensi Sains Teknologi dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/8/2025). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah akan menambah dana abadi pendidikan sebesar Rp 20 triliun menjadi Rp 175 triliun pada 2026. Hal itu disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara Konvensi Sains, Teknologi, Industri 2025, Kamis (7/8/2025).

“Saya ingin melaporkan kepada Bapak Ibu sekalian (dana abadi) Rp 154,11 triliun, kalau tahun ini ditambah dengan another Rp 20 triliun akan menjadi Rp 175 triliun,” ungkap Sri Mulyani, Kamis (7/8/2025).

Sri Mulyani menjelaskan, dana abadi ini dibentuk untuk menjamin keberlanjutan investasi sumber daya manusia (SDM). Di samping itu, dana abadi pendidikan untuk memastikan bahwa anggaran pendidikan tidak terbuang sia-sia ketika tidak terserap optimal.

Menkeu memaparkan, perkembangan Dana Abadi Pendidikan kini telah mencapai Rp 154,1 triliun per 31 Desember 2024, meningkat pesat dari hanya Rp 1 triliun pada saat awal dibentuk tahun 2009.

ADVERTISEMENT

Hingga saat ini, sebanyak 670 ribu penerima manfaat telah memperoleh beasiswa dari dana abadi, termasuk 3.363 mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di universitas terbaik dunia seperti di Harvard, Oxford, hingga Cambridge.

Adapun di tahun 2025, alokasi anggaran pendidikan mencapai Rp 724,3 triliun atau sekitar 20% dari total belanja negara, sesuai amanat konstitusi.

Anggaran tersebut mencakup berbagai kluster dalam ekosistem pendidikan, mulai dari bantuan langsung kepada siswa dan mahasiswa, penggajian dan tunjangan kinerja bagi guru dan dosen, serta pembangunan infrastruktur pendidikan dan penelitian.

“Itu semuanya digunakan dalam rangka untuk memperkuat ekosistem pendidikan dan penelitian di Indonesia,” kata Menkeu.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 36 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia