Jakarta Membara, Rupiah & IHSG Ambles, Pemerintah Ungkap Nasib Ekonomi RI
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan turun dalam pada Jumat (29/8/2025), imbas pelajar, mahasiswa, buruh yang tumpah ke jalan untuk berdemonstrasi dalam beberapa hari belakangan. Di tengah gejolak stabilitas sosial politik dalam negeri ini, pemerintah percaya masih dapat menjaga aktivitas perekonomian.
Rupiah ditutup ambles sebesar 147 poin (0,9%) ke level Rp 16.499,5. Sementara IHSG ditutup jatuh dalam sebesar 121,59 poin (1,53%) ke level 7.830,49 pada perdagangan Jumat (29/8/2025).
Di sisi lain, demonstrasi di Jakarta kemarin berakhir ricuh dan menewaskan satu orang korban, yaitu Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) karena terlindas rantis Brimob. Kejadian ini menyulut amarah dari masyarakat luas dan memicu demonstrasi berlanjut.
Kalangan ekonom pun mengkhawatirkan gangguan dari stabilitas sosial politik tersebut merembet pada konsumsi masyarakat secara menyeluruh. Demonstrasi yang tumpah ruah ke berbagai jalan juga bisa menyumbat aktivitas perekonomian di ibukota.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menyatakan pemerintah akan terus menjaga situasi ekonomi tetap kondusif di tengah demonstrasi yang berlangsung di Jakarta, khususnya menyangkut rupiah dan IHSG. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, meyakini bahwa pasar memiliki mekanisme untuk menghadapi tekanan.
“Untuk kurs dan IHSG, saya kira market sudah punya mekanisme sendiri untuk merespons itu. Namun kami berharap mudah-mudahan kondusif,” ujar Susiwijono di kantornya, Jumat (29/8/2025).
Pemerintah juga berharap kinerja perekonomian tetap terjaga di tengah instabilitas sosial dan politik. Pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen stimulus ekonomi untuk memastikan pertumbuhan pada kuartal III-2025 tetap stabil.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% pada kuartal II-2025. Pemerintah menargetkan pertumbuhan berada di angka 5,2% pada akhir tahun 2025.
“Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 harus kita dorong lebih tinggi lagi. Ini sudah akhir Agustus, kesempatannya tinggal di September,” kata Susiwijono.
Berbeda dengan pemerintah, Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menilai demonstrasi di Jakarta justru menimbulkan dampak negatif terhadap laju perekonomian domestik. Menurutnya, ketidakstabilan politik akan memengaruhi persepsi investor, membuat arus investasi asing berisiko melemah.
Ia menambahkan, demonstrasi juga turut memengaruhi konsumsi domestik yang selama ini menjadi penyokong utama pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, stabilitas rupiah dikhawatirkan akan terganggu.
“Pelemahan rupiah akan meningkatkan beban impor, inflasi, dan mereduksi daya beli, sehingga faktor internal ini berpotensi menutup peluang Indonesia menikmati sinyal positif ekonomi global,” kata Syafruddin.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






