Jumat, 15 Mei 2026

Indonesia Deflasi 0,08% pada Agustus 2025

Penulis : Akmalal Hamdhi
1 Sep 2025 | 12:43 WIB
BAGIKAN
Pedagang memilah bawang merah untuk pembeli di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Pedagang memilah bawang merah untuk pembeli di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Gorontalo, baru-baru ini. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indonesia mengalami deflasi 0,08% secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2025. Hal itu tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 108,60 pada Juli menjadi 108,51 di Agustus.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, deflasi Agustus terutama disebabkan oleh turunnya harga kelompok makanan, minuman dan tembakau yang tercatat deflasi 0,29% dengan andil inflasi 0,08%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, pakaian dan alas kaki juga mengalami sedikit deflasi sebesar 0,10%, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,06%, transportasi 0,19%, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04%.

“Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada kelompok ini adalah tomat yang memberikan andil deflasi sebesar 0,10% kemudian cabai rawit 0,07%, tarif angkutan udara 0,03%, serta bensin 0,02%,” ungkap Pudji dalam konferensi pers virtual, Senin (1/9/2025).

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Pudji menambahkan, beberapa komoditas masih menyumbang inflasi, terutama bawang merah dengan andil 0,05% dan beras dengan andil 0,03%.

Secara tahunan, Indonesia masih mengalami inflasi 2,31% year on year (yoy). Sedangkan di sepanjang tahun berjalan (Januari-Agustus) tercatat inflasi 1,60% year to date (ytd).

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia