Kamis, 14 Mei 2026

Sri Mulyani Diberitahu Kabar Pencopotan 1 Jam Sebelum Pengumuman

Penulis : Prisma Ardianto
9 Sep 2025 | 21:56 WIB
BAGIKAN
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) menerima bunga mawar putih dari pegawai Kemenkeu usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah) menerima bunga mawar putih dari pegawai Kemenkeu usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (9/9/2025). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

JAKARTA, investor.id – Pencopotan Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan dikabarkan berlangsung sangat cepat. Ia disebut-sebut mendapat pemberitahuan kurang dari satu jam sebelum pengumuman resmi dari Istana pada Senin (8/9/2025).

Menurut sumber anonim yang dikutip Reuters, Sri Mulyani sedang memimpin sebuah rapat pada Senin siang sekitar pukul 02.30 WIB siang, yang pada saat bersamaan mendapat telepon dari salah satu ajudan Presiden Prabowo Subianto. Sekitar satu jam kemudian, Istana mengumumkan bahwa Sri Mulyani resmi digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.

“Seharusnya beliau ada agenda (pertemuan) dengan presiden pagi harinya, tapi dibatalkan,” kata salah satu sumber yang dekat dengan Sri Mulyani, seperti dikutip pada Selasa (9/9/2025).

Sebelumnya, tidak jelas apakah Sri Mulyani mengundurkan diri atau dicopot dari jabatan menteri keuangan. Sumber anonim lain yang merupakan seorang pejabat kementerian menyebut bahwa Sri Mulyani diminta mundur. Seorang sumber berbeda yang juga dari pemerintahan turut mengonfirmasi bahwa Sri Mulyani tidak mengundurkan diri.

ADVERTISEMENT

Selain mengonfirmasi Sri Mulyani diminta mundur, salah satu sumber juga menyebut alasan pencopotan adalah pendekatannya yang bertentangan dengan Prabowo. Sri Mulyani dikenal dengan pendekatan yang bijaksana terhadap stabilitas pasar. Padahal, alasan ini yang mendorong tiga mantan presiden Indonesia sebelumnya meminta Sri Mulyani untuk kembali mengisi pos menteri keuangan di awal masa kepemimpinan Prabowo.

Sri Mulyani Diberitahu Kabar Pencopotan 1 Jam Sebelum Pengumuman
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) usai menyampaikan keterangan pers terkait kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2024). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Namun, paradigma Sri Mulyani yang dijaga selama ini tampaknya menjadi tidak sejalan dengan agenda pertumbuhan dari Prabowo. Presiden ingin rencana belanja besar untuk proyek seperti makan bergizi gratis (MBG) yang menargetkan 82,9 juta orang di Indonesia.

Sri Mulyani belum lama ini—saat masih menjadi menteri keuangan—menyebut bahwa anggaran MBG bisa mencapai Rp 300 triliun pada 2026, meningkat sekitar dua kali lipat dari tahun ini. Sedangkan anggaran di program lain dipotong untuk mengendalikan defisit APBN.

Sumber lantas menerangkan, Sri Mulyani tetap mencoba untuk mengakomodasi keinginan Prabowo. Tapi belakangan ini, keduanya hampir tidak bertemu, menjadikan komunikasi dengan presiden semakin sulit.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga dikabarkan sempat terguncang karena rumahnya menjadi sasaran penjarah saat kerusuhan selama dua pekan terkahir. Prabowo sempat menanyakan kondisi anak buahnya itu dan Sri Mulyani menjawab baik-baik saja. Semua pun seakan berjalan normal hingga Senin.

Defisit APBN

Lebih lanjut, sumber anonim lain menyebut bahwa salah satu penasihat Danantara Indonesia, yang dikenal berani mengambil risiko, menyampaikan pandangannya terhadap konservatisme fiskal Sri Mulyani. Menurut dia, pendekatan fiskal Sri Mulyani tidak selaras dengan target pertumbuhan tinggi yang dicanangkan Prabowo.

Kritik dari penasihat Danantara itu merujuk pada aturan defisit APBN yang tak boleh melampaui 3%, yang selama ini dipatuhi oleh Sri Mulyani. Artinya, ia menyarankan agar utang pemerintah bisa diperlebar untuk mendorong perekonomian.

Secara terpisah, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ariyo Irhamna menyebut bahwa perbedaan ideologis menjadi alasan utama dibalik kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa, yang kini menjabat menteri keuangan menggantikan posisi Sri Mulyani. Menurut dia, Sri Mulyani cenderung berfokus pada mekanisme pasar dan meminimalkan peran pemerintah.

Sementara itu, Prabowo menginginkan peran aktif pemerintah melalui instrumen fiskal, pembiayaan, dan penguatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Pergantian Menteri Keuangan ini menjadi langkah konsisten untuk memastikan kebijakan fiskal sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan berdaulat,” ujar Ariyo dalam keterangan tertulisnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 13 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 30 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia