Jumat, 15 Mei 2026

Menkeu Purbaya Ungkap Peran Danantara Tahun 2026

Penulis : Akmalal Hamdhi
10 Sep 2025 | 14:11 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Pengelola Investasi Daya Agata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk menjadi motor utama percepatan investasi di dalam negeri. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ke depan tidak hanya bisa mengandalkan APBN semata, tetapi juga peran swasta melalui Danantara.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9/2025), Purbaya menjelaskan, penguatan peran Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) diarahkan untuk mencapai target pertumbuhan investasi sebesar 5,2% pada 2026. Dengan target itu, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 5,4% tahun depan.

“Ke depan, diharapkan kontribusi investasi dari Danantara terus meningkat hingga tahun 2029, sejalan dengan meningkatnya kontribusi swasta,” ujar Purbaya.

Purbaya menambahkan, investasi yang produktif harus menyasar sektor-sektor strategis yang memiliki nilai tambah tinggi dan berorientasi ekspor. Hal ini penting untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan tetap mendukung melalui APBN, dengan fokus pada proyek-proyek prioritas seperti perumahan, ketahanan pangan dan energi, serta infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

Menkeu Purbaya Ungkap Peran Danantara Tahun 2026
Target investasi 2025-2029. (Sumber: istimewa)

“Dukungan APBN tetap akan diarahkan pada proyek-proyek prioritas yang memiliki daya ungkit, seperti perumahan, infrastruktur ketahanan pangan, ketahanan energi, serta sarana pendidikan dan kesehatan,” sebutnya.

Selain target investasi, pemerintah juga mematok target pertumbuhan ekspor hingga 6,7% dan menjaga inflasi dalam kisaran 1,5%–3,5%. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memberikan keuntungan yang stabil bagi produsen.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 18 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 20 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia