Investor Nantikan Kebijakan Prioritas Menkeu Purbaya
JAKARTA, investor.id – Investor pasar modal baru saja diguncang kabar digantinya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang telah menjabat sebagai menteri selama lebih dari 10 tahun. Usai kabar reshuffle kabinet pada Senin (8/9/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1.2% dan 1.7% berturut-turut.
Menariknya, tidak butuh waktu lama bagi investor untuk kembali mengambil posisi. Hari ini IHSG kembali melambung hingga 1,1%, dildorong oleh kembalinya saham-saham perbankan besar alias big banks ke zona hijau.
Chief Investment Officer (CIO) Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf menjelaskan, saat ini terlihat ada rebound baik di pasar saham dan pasar obligasi. Meskipun masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan atas reaksi pasar, namun menurutnya saat ini situasi sudah lebih terkendali dibandingkan pada hari pengumuman reshuffle kabinet.
Mengetahui latar belakang Menkeu Purbaya di bidang ekonomi, Dimas optimis Purbaya sudah familiar dengan gaya komunikasi ekonomi yang dapat dimengerti oleh para investor pasar modal.
"Yang sangat ditunggu oleh pelaku pasar adalah dilanjutkannya fiscal prudence. Kita sangat memperhatikan apakah ada arahan terbaru dari Menkeu Purbaya, apakah ada perubahan pada level defisit anggaran terhadap GDP (produk domestik bruto/ PDB). Karena kita tahu, ini sangat sensitif dengan penerbitan obligasi. Mungkin ini tidak secara langsung mempengaruhi pasar saham, namun jika ke depan ya terjadi inflow atau outflow pada pasar obligasi, ada potensi juga terjadi volatilitas di Pasar saham di kemudian hari," ucap (CIO) Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf kepada B-Universe secara daring, Rabu (10/9/2025).
Dimas optimis fiscal prudence akan dijaga pada masa kepemimpinan Menkeu Purbaya. Apalagi, menurutnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyatakan fiscal prudence akan terus dijaga dengan defisit anggaran masih tetap di kisaran 2,5% pada 2026.
"Hal ini cukup menarik untuk terus diikuti. Kuncinya adalah, kita tahu sovereign rating Indonesia masih berpotensi upside. Salah satu yang bisa kita upayakan adalah me-manage defisit anggaran APBN agar tetap bisa menjaga kinerja pertumbuhan GDP di level yang lebih tinggi dari sekarang," tambahnya.
Terakhir, Dimas mengomentari dana investor asing yang terus keluar dari pasar saham Indonesia. Diketahui, pada perdagangan Selasa (9/9/2025) kemarin net sell asing mencapai Rp 4,3 triliun.
"Foreign outflow bisa dikatakan spekulatif. Ke depannya mereka bisa masuk saat harga saham lebih murah, obligasi lebih tinggi, atau ketika rupiah melemah. Kita juga perlu dalami apakah investor yang pull out kemarin adalah tipe trader atau long term investor. Kita Masih butuh waktu untuk melakukan analisis datanya. Namun dari data beberapa broker, kemungkinan yang pull out memiliki ukuran lebih kecil dan bertipe trader," tutur Dimas.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






