Jumat, 15 Mei 2026

Puas Lihat Fasilitas Sekolah Rakyat, Prabowo: Tahun Depan Kita Tambah 100 Lagi

Penulis : Rama Sukarta
11 Sep 2025 | 15:59 WIB
BAGIKAN
Presiden Prabowo Subianto berpoto dengan sejumlah tenaga pendidik di sela-sela mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Kemensos di Jakarta Selatan pada Kamis (11/9/2025). (B-Universe Photo/Rama Sukarta)
Presiden Prabowo Subianto berpoto dengan sejumlah tenaga pendidik di sela-sela mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Kemensos di Jakarta Selatan pada Kamis (11/9/2025). (B-Universe Photo/Rama Sukarta)

JAKARTA, investor.id – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Kemensos di Jakarta Selatan pada Kamis (11/9/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung sekolah yang baru diresmikan pada bulan Juli lalu.

Prabowo tampak puas saat bertemu dengan para pendidik dan siswa. Ia optimistis Sekolah Rakyat bisa menjadi solusi pendidikan inklusif dan terjangkau bagi keluarga di Indonesia, khususnya mereka yang berada di desil 1 dan 2 ekonomi terendah.

“Saya tidak menduga bisa begini cepat (pembangunan selesai). Tahun depan akan kita tambah 100 lagi. Setiap tahun bertambah 100. Sasaran kita 500 sekolah rakyat di titik-titik kantong-kantong rakyat kita yang paling tertinggal,” jelas dia.

Prabowo menilai fasilitas sekolah ini sudah sangat baik dan layak huni, terutama asrama bagi siswa. Ia membandingkan fasilitas tersebut dengan pengalamannya di akademi militer.

ADVERTISEMENT

“Ini sebetulnya kampus yang sangat baik. Saya kira untuk sekolah di Indonesia ini sudah sangat baik. Tempat tidurnya bagus. Tiap tiga siswa, atau tiap dua siswa. Satu kamar mandi. Dulu di akademi militer kita 60 orang, kamar mandi yang lost. Pakai gayung,” jelasnya.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti pemanfaatan teknologi di Sekolah Rakyat. Ia mengatakan, sekolah-sekolah ini akan dilengkapi dengan fasilitas pembelajaran jarak jauh. Guru-guru terbaik akan mengajar dari satu studio pusat untuk menjangkau siswa di seluruh Indonesia.

“Sekarang pun kita sudah sebarkan. Tapi baru mampu satu sekolah, satu layar digital pintar. Smart Digital Screen. Baru mampu satu sekolah satu. Tapi berarti tahun ini kita harapkan 330 ribu sekolah akan dapat,” lanjut Prabowo.

Dia bilang, selain untuk masyarakat di desil 1-2, saat ini pemerintah juga tengah merancang Sekolah Rakyat untuk mereka di desil 3-5. Ini menjadi bagian dari cita-cita agar setiap anak di Indonesia mendapat pendidikan dengan fasilitas yang memadai.

“Kita tidak boleh ketinggalan dengan bangsa lain. Itu cita-cita kita," ucap Presiden Prabowo.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan mantan Menteri Pendidikan Muhammad Nuh.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 6 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 57 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia