Kamis, 14 Mei 2026

Dana TKD akan Ditambah, Defisit APBN Bisa Melebar

Penulis : Arnoldus Kristianus
11 Sep 2025 | 19:56 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah membuka peluang untuk menambah alokasi dana transfer ke daerah (TKD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Langkah ini diambil untuk meredam gejolak sosial politik yang muncul di daerah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, beberapa daerah resah akibat pemotongan anggaran. Kebijakan pemotongan anggaran ke daerah ini pula yang diduga turut serta memicu pemerintah daerah menaikkan pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Dalam jangka pendek, kemarin daerah-daerah ribut. Karena anggaranya terlalu terpotong banyak, sehingga mereka menaikkan PBB (Pajak Bumi Bangunan). Mungkin (pemerintah pusat) akan memberi pelonggaran sedikit kepada transfer ke daerah,” ucap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta pada Kamis (11/9/2025).

Saat ini, pemerintah pusat mengalokasikan dana TKD tahun 2026 direncanakan sebesar Rp 650 triliun, terkontraksi 24,8% dari outlook 2025 yang mencapai Rp 864 triliun. Pemangkasan ini berpotensi mengganggu program pembangunan di daerah, sehingga beberapa pemerintah daerah menaikkan tarif PBB.

ADVERTISEMENT

Bukan cuma ke pemerintah daerah, Purbaya juga menyadari bahwa kenaikan PBB ini berdampak langsung pada masyarakat dan bahkan memicu demonstrasi, seperti yang terjadi di Pati, Jawa Tengah. Sehingga pemerintah pusat patut untuk mengevaluasi kebijakan tersebut.

Dana TKD akan Ditambah, Defisit APBN Bisa Melebar
Perkembangan anggaran transfer ke daerah (TKD). (Ilustrasi: Investor Daily)

“Tujuannya supaya keresahan di daerah bisa dikendalikan, sehingga keadaan tenang dan kita bisa membangun ekonominya dengan tenang,” tutur Purbaya.

Menkeu bilang, ke depan, pemerintah akan menjalankan kebijakan fiskal secara prudent dan memastikan setiap anggaran berdampak optimal bagi perekonomian. “Fokus saya sekarang adalah membuat anggaran yang ada atau nanti 2026 berdampak optimal dulu buat ekonomi,” tegasnya.

Tapi seiring rencana menambah alokasi dana TKD, pemerintah juga dihadapkan pada dilema karena defisit APBN bisa kian melebar. Pemerintah mulanya menargetkan defisit sebesar Rp 638,8 triliun atau 2,48% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2026. Maka, rencana penambahan alokasi TKD akan berpotensi memengaruhi target defisit.

Purbaya bilang, keputusannya ini masih menunggu diskusi dengan Badan Anggaran DPR. “(Defisit) bisa berubah, bisa naik, bisa turun,” tandas Menkeu.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia