Jumat, 15 Mei 2026

Purbaya Jamin Tak akan Asal Tarik Simpanan Rp 200 T di 5 Bank

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Sep 2025 | 18:48 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait pencairan dana pemerintah di Jakarta, Jumat (12/9/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait pencairan dana pemerintah di Jakarta, Jumat (12/9/2025). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun di lima bank menggunakan skema deposit on call. Meskipun demikian, pemerintah menjamin tidak akan gegabah dalam menarik dana tersebut.

“Tidak usah khawatir, ketakutan mereka kan kalau saya taruh di sana (perbankan), kalau mereka pinjamkan tiba-tiba saya tarik semua, kan? Tidak akan seperti itu. Kita akan manage dengan baik supaya tidak ada kejutan bagi perbankan kita,” ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (12/9/2025).

Deposit on call adalah jenis simpanan jangka pendek, biasanya kurang dari satu bulan. Skema ini umumnya digunakan oleh korporasi atau institusi untuk menyimpan dana dalam jumlah besar.

Purbaya menjelaskan, dana yang biasanya disimpan di Bank Indonesia kini dipindahkan ke bank umum. Tujuannya agar perbankan bisa mengakses dana tersebut dan menyalurkannya dalam bentuk kredit ke masyarakat, sehingga ekonomi tetap berjalan.

ADVERTISEMENT

Dana Rp 200 triliun tersebut disalurkan ke lima bank, antara lain:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI): Rp 55 triliun

  2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI): Rp 55 triliun

  3. PT Bank Mandiri Tbk: Rp 55 triliun

  4. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN): Rp 25 triliun

  5. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI): Rp 10 triliun

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai rencana penyaluran dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun ke pemerintah akan meningkatkan likuiditas di pasar keuangan. Dengan adanya peningkatan likuiditas maka akan memberikan dampak positif ke perekonomian nasional.

“Upaya menambah likuiditas di pasar selalu baik. Kami melihat iklim investasi akan diperbaiki,” kata Airlangga.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia