Dua Target Airlangga dari Kebijakan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal IV-2025
JAKARTA, investor.id – Pemerintah berharap paket kebijakan ekonomi yang diluncurkan pada kuartal IV-2025 dapat memberikan dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,2% pada akhir tahun 2025.
“Kami berharap dalam satu kuartal bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Dua itu yang menjadi perhatian pemerintah,” ucap Airlangga kepada awak media di kantornya, Senin (15/9/2025).
Airlangga menjelaskan, pemerintah akan menerapkan berbagai strategi untuk mencapai target tersebut. Pemerintah akan menjalankan delapan program akselerasi ekonomi di tahun 2025, yang meliputi program magang bagi lulusan perguruan tinggi, perluasan PPh pasal 21 DTP, bantuan pangan, diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta program perumahan, padat karya tunai (cash for work), deregulasi, dan perbaikan kualitas permukiman.
Untuk menciptakan lapangan kerja, pemerintah memiliki beberapa program unggulan dengan target yang signifikan. Pertama, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang menargetkan 80 ribu unit usaha baru, dengan estimasi penyerapan tenaga kerja mencapai 681 ribu orang dan potensi hingga 1 juta orang pada Desember 2025.
Kedua, Kampung Nelayan Merah Putih di 100 desa dengan potensi serapan 8.645 tenaga kerja. Dalam proyeksi jangka panjang, program ini akan merambah 4.000 titik yang dapat menciptakan 200 ribu lapangan kerja.
Ketiga, revitalisasi tambak di kawasan Pantura (Pantai Utara Jawa) seluas 20 ribu hektare yang diperkirakan mampu menyerap 168 ribu tenaga kerja. Keempat, perkebunan rakyat terkait penanaman kembali 870 ribu hektare lahan, dengan target membuka lebih dari 1,6 juta lapangan kerja baru.
Selain itu, pemerintah juga berencana membenahi regulasi untuk meningkatkan investasi, yang diharapkan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membentuk tim khusus yang bertugas mempercepat dan menghilangkan hambatan birokrasi.
Tim khusus yang dimaksud bernama “Tim Akselerasi Program Prioritas” yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Pangan Zulkifli Hasan. Tim ini juga akan diperkuat dengan perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Investasi/BKPM, dan Kementerian PPN/Bappenas.
Di sisi lain, pemerintah juga terus memperbaiki penyerapan anggaran belanja negara. Saat realisasi belanja negara bisa terserap optimal, maka program pemerintah akan berjalan cepat memberikan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Salah satunya adalah membentuk tim untuk debottlenecking, debirokratisasi, termasuk untuk serapan-serapan anggaran akan terstimulasi,” terang Airlangga.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






