Kamis, 14 Mei 2026

Guyur Rp 200 Triliun ke Bank Himbara, Menkeu Purbaya Yakin BRI Cs Segera Turunkan Suku Bunga

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Sep 2025 | 15:05 WIB
BAGIKAN
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan di Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan di Jakarta, Senin (15/9/2025). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai dengan adanya penempatan dana sebesar Rp 200 triliun ke lima bank Himbara, maka akan memacu bank untuk menurunkan suku bunga. Lantaran bank harus segera menyalurkan dana tersebut dalam bentuk kredit.

“Hal itu akan menimbulkan kompetensi di antara bank-bank, sehingga akan menekan suku bunga ke bawah pinjaman,” ucap Purbaya di Jakarta, pada Selasa (16/9/2025).

Pemerintah mulai menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun ke perbankan pada Jumat (12/9/2025).  Dana tersebut disalurkan ke empat bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara ) dan satu bank syariah.

ADVERTISEMENT

Apabila dirinci, dana sebesar Rp 200 triliun terbagi untuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 55 triliun; PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 55  triliun;  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 55 triliun; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebesar Rp 25 triliun; dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebesar Rp 10 triliun.

Menurutnya, penurunan bunga ini juga tidak hanya terhadap kredit tetapi juga terhadap bunga simpanan. Adapun dampaknya baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat akan menarik uang dari bank. Pelaku usaha akan menarik dana dalam bentuk kredit, sedangkan masyarakat akan menarik simpanan untuk belanja.

“Akibatnya tadi kalau bunga turun masyarakat yang tadinya suka menyimpan uang di bank mulai belanja. Perusahaan-perusahaan pun yang tadinya ragu untuk menyimpan di bank, ketika suku bunga nanti turun atau uangnya ada lebih banyak disana dan gampang meminjam bunga yang mungkin bunga juga turunnya sedikit,” tegas Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah dengan adanya dana Rp 200 triliun ini akan memacu terjadinya market mechanism dan memacu kinerja sektor riil, dan dengan kata lain sisi demand dan supply akan bergeliat pada waktu bersamaan.

“Jadi saya inject di titik-titik tertentu, dia akan menyebar ke sistem dengan cepat. Ini akan menimbulkan bank-bank yang tadinya susah dapat duit sekarang dapat duit banyak, pasti dia akan menyalurkan lagi,” tambahnya.

Editor: Erta Darwati

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia