Jumat, 15 Mei 2026

Dana Rp 200 T dan Paket Stimulus Jadi Mesin Penciptaan Lapangan Kerja

Penulis : Harso Kurniawan
17 Sep 2025 | 22:07 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). (ANTARAFOTO/Maulana Surya)
Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik PT Sari Warna Asli Tekstil (Sari Warna) Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/7/2025). (ANTARAFOTO/Maulana Surya)

JAKARTA, Investor.id – Tim strategi makro Samuel Sekuritas Indonesia (SSI) menilai kombinasi penempatan likuiditas pemerintah sebesar Rp 200 triliun dan paket stimulus 8+4+5 senilai Rp 16,23 triliun akan menjadi mesin utama penciptaan lapangan kerja di Tanah Air.

“Paket stimulus itu dirancang bukan hanya untuk mendukung pertumbuhan, tetapi juga menjaga kesejahteraan rumah tangga dan lapangan kerja. Pusat dari paket ini adalah komitmen untuk menciptakan peluang bagi 3,5 juta lebih pekerja, mencerminkan fokus pemerintah pada penyerapan tenaga kerja sebagai saluran utama menjaga konsumsi dan memastikan pertumbuhan inklusif,” tulis Samuel Sekuritas dalam riset, dikutip Rabu (17/9/2025).

Samuel Sekuritas menjelaskan, inti dari program ini adalah memastikan intervensi mencakup sisi permintaan dan sisi penawaran ekonomi. Artinya, intervensi bukan hanya langkah bantuan sementara, tetapi juga pendorong transformasi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Adapun penempatan likuiditas Rp200 triliun, SSI menilai, berperan sebagai mekanisme pendukung. Tetapi, program stimuluslah yang menjadi mesin nyata, menerjemahkan sumber daya finansial menjadi hasil yang nyata bagi pekerja, pelaku usaha, dan komunitas.

Di sisi permintaan, paket stimulus it memperkuat daya beli melalui sejumlah langkah, yakni bantuan pangan untuk 18,3 juta rumah tangga, perluasan PPh 21 DTP untuk pekerja di sektor pariwisata dan padat karya, serta diskon iuran BPJS bagi pengemudi, kurir, dan pekerja logistik. Intervensi ini secara langsung meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan, mengurangi beban biaya rumah tangga, dan mendorong konsumsi di berbagai sektor ekonomi.

Selain itu, demikian SSI, program revitalisasi perkotaan yang dimulai dari Jakarta juga akan memperbaiki kualitas perumahan dan menyediakan platform bagi UMKM serta pekerja ekonomi gig.

Dari sisi penawaran, SSI menilai, paket ini mempercepat transformasi struktural melalui deregulasi di bawah PP 28/2025, penyederhanaan perizinan, serta membuka potensi investasi baru. Cash for work programs memberikan pekerjaan langsung sambil meningkatkan infrastruktur penting di irigasi, transportasi, dan sanitasi.

“Secara paralel, inisiatif sektoral berskala besar seperti peremajaan pertanian, revitalisasi akuakultur dan hatchery di Pantura, serta modernisasi kapal penangkap ikan memperluas kapasitas output dan daya saing,” jelas SSI.

Selain itu, demikian SSI, program perumahan melalui BPJS dan KUR perumahan akan mendorong aktivitas konstruksi, yang memiliki efek pengganda kuat terhadap industri manufaktur dan jasa.

“Kekuatan Program 8+ terletak pada koherensinya, yakni intervensi sisi permintaan mengamankan konsumsi, sedangkan program sisi penawaran memperluas kapasitas dan daya saing. Pendekatan ganda ini memastikan pertumbuhan tidak hanya dirangsang dalam jangka pendek, tetapi juga dipertahankan dalam jangka menengah melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja,” papar SSI.

Namun, Samuel juga mengingatkan pentingnya tata kelola. Tanpa perencanaan yang matang dan pengawasan yang memadai, implementasi Program 8+ dapat rentan terhadap korupsi dan menimbulkan beban fiskal yang tidak perlu bagi APBN.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia