Jumat, 15 Mei 2026

DPR Usul Tambah Bansos Minyak Goreng, Begini Respon Purbaya

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Sep 2025 | 17:35 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Anggito Abimanyu (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Anggito Abimanyu (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id -  Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah menambah jenis bantuan baru dalam program stimulus ekonomi pada kuartal IV-2025.

Ketua Banggar DPR, Said Abdullah menyampaikan program bantuan sosial pangan beras 10 kilogram (kg) diharapkan dapat ditambah dengan minyak sebanyak 2 liter per bulan.

“Khusus untuk yang 10 kg beras. Tidak cukup 10 kg beras mohon ditambah minyak goreng 2 liter per bulan,” ujar Said Abdullah dalam rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam tanggapannya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyanggupi permintaan tersebut.

Ia mengatakan, pemerintah akan kembali melihat pos belanja yang belum berjalan optimal. Ia pun tidak menutup kemungkinan untuk mengalihkan anggaran dari pos belanja yang kurang optimal ke pos belanja lain.

“Sebagai informasi juga kami akan monitor terus belanja pemerintah sampai akhir Oktober ini .Saya akan safari kementerian-kementerian yang punya belanja besar. Saya monitor mereka bisa terserap gak sampai akhir tahun. Kalau mereka gak bisa menyerap uangnya akan kami ambil dan kami gunakan untuk program seperti ini,” terang Purbaya.

Sebagai informasi, penyaluran beras merupakan salah satu bagian dari 8 program akselerasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi tahun 2025.  Pemerintah melanjutkan bantuan pangan selama 2 bulan ke depan dengan penyaluran 10 kilogram beras pada bulan Oktober dan November, dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 7 triliun.

Pemerintah akan melakukan evaluasi pada bulan Desember mendatang guna mengukur optimalisasi realisasi dan keberlanjutan program.

Menurut Said permintaan, penambahan minyak goreng ini sebab DPR melihat minyak goreng sebagai kebutuhan masyarakat. Tadinya DPR berencana untuk meminta tambahan 5 liter minyak goreng tetapi DPR juga melihat ruang fiskal yang ada dan kesiapan anggaran pemerintah.

“Awalnya kami minta 5 liter per bulan tapi  kalau diberikan 5 liter per bulan maka akan jadi lebih mahal dari beras,” terang dia.

Sebagai informasi, 8 program stimulus yang akan dijalankan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi tahun 2025 adalah program magang lulusan perguruan tinggi; perluasan Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21 DTP untuk pekerja di sektor terkait pariwisata; bantuan pangan periode Oktober-November 2025; diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi BPU transportasi online/ojol (termasuk ojek pangkalan, sopir, kurir, dan logistik) selama 6 bulan.

Adapun program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerjaan; program Padat Karya Tunai (cash for work) Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR; program Deregulasi Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) 28/2025; dan program Perkotaan perbaikan kualitas pemukiman dan penyediaan platform pemasaran dan Gigs UMKM.

Editor: Natasha Khairunisa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia