Kamis, 14 Mei 2026

Purbaya Tambah Bansos Minyak Goreng 2 Liter, Anggaran Rp 500 Miliar

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Sep 2025 | 18:17 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/9/2025). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

JAKARTA, investor.id - Pemerintah, melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk menyediakan bantuan minyak goreng kepada masyarakat. Bantuan ini, berupa 2 liter minyak goreng per keluarga, akan disalurkan selama dua bulan pada Oktober dan November 2025.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari delapan program akselerasi pemerintah di kuartal IV-2025. Penambahan minyak goreng ini merupakan usulan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR.

“Untuk bantuan minyak goreng, dari perhitungan kami sekitar Rp 500 miliar. Itu lumayan oke,” tutur Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarya, pada Kamis (18/9/2025).

Bantuan minyak goreng ini akan disalurkan bersamaan dengan program bantuan beras 10 kg yang telah berjalan. Dengan demikian, setiap keluarga akan menerima kombinasi beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter setiap bulan, pada Oktober dan November 2025.

ADVERTISEMENT

“Sudah kita hitung tadi memang sudah komunikasi dengan Banggar akan cukup manageable dan itu mendampingi yang bantuan beras. Itu bagus untuk daya beli masyarakat,” kata Febrio.

Sebelumnya, Ketua Banggar DPR Said Abdullah meminta pemerintah menambah jenis bantuan baru dalam program akselerasi ekonomi pada kuartal IV-2025. Dalam hal ini program bantuan sosial pangan beras 10 kg per bulan diharapkan dapat ditambahkan minyak goreng sebanyak 2 liter per bulan.

“Tidak cukup 10 kg beras, mohon ditambah minyak goreng 2 liter per bulan,” ucap Said.

Menurut Said permintaan penambahan minyak goreng ini sebab DPR melihat minyak goreng sebagai kebutuhan masyarakat. Tadinya DPR berencana untuk meminta tambahan 5 liter minyak goreng, tetapi DPR juga melihat ruang fiskal yang ada dan kesiapan anggaran pemerintah.

“Awalnya kami minta 5 liter per bulan tapi kalau diberikan 5 liter per bulan maka akan jadi lebih mahal dari beras,” terang Said.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia