Target Pajak Melonjak, Wamen Anggito Jamin Tak Resahkan Wajib Pajak
JAKARTA,investor.id – Pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 2.357,7 triliun dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026. Angka ini tumbuh 13,5% dari outlook penerimaan pajak tahun 2025 yang sebesar Rp 2.076,9 triliun. Meski terjadi kenaikan target tetapi pemerintah memastikan upaya pengumpulan pajak tidak akan menganggu kenyamanan wajib pajak.
Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan meski terjadi kenaikan target penerimaan pajak pemerintah tetap optimis dapat mencapai target. Pasalnya pemerintah melihat masih terdapat potensi penerimaan yang dapat digali untuk mencapai target penerimaan pajak tahun 2026.
“Jadi masih ada ruangan untuk improvement ya dari sisi kepatuhan, administrasi, kita punya joint program. Kita juga punya beberapa strategi untuk ekstensifikasi tanpa harus memberikan beban kepada wajib pajak,” ucap Anggito kepada awak media di Gedung DPR pada Kamis (18/9/2025).
Salah satu langkah yang akan dilakukan untuk mennggenjot setoran pajak adalah dengan mengoptimalkan sistem inti administrasi perpajakan(Core Tax Administration System) atau coretax. Dengan adanya coretax pemerintah berharap pelayanan administrasi berjalan optimal dan berujung pada kepatuhan wajib pajak.
“Dengan Coretax nanti kan kepatuhan meningkat, kepastian dari sisi bayaran, dari sisi kewajiban, dari sisi hak wajib pajak kan lebih transparan dan lebih mudah dideteksi ya,” tegas Anggito.
Baca Juga:
Menakar Efektivitas Belanja PerpajakanDia tidak menampik bahwa masih terdapat sejumlah kendala dari sistem yang baru berjalan pada awal tahun 2025 ini .Namun aparat pajak konsisten melakukan pembenahan penerapan coretax. Untuk tahun 2026 aparat pajak akan memasukan data mengenai Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi.
“Nah ini tahun depan kan kita akan memasukkan data mengenai PPh OP dan PPh badan. Mudah-mudahan nggak ada masalah ya,” tegas Anggito.
Anggota Badan Anggaran DPR Sulaeman L Hamzah menyarankan agar pemerintah perlu menyiapkan mitigasi risiko apabila target penerimaan pajak tidak tercapai, dengan strategi yang komprehensif dan berkeadilan. Optimalisasi penerimaan negara harus diarahkan pada sektor potensial seperti ekonomi digital dan pajak karbon untuk memperluas ruang fiskal serta mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan. Pada saat yang sama juga penguatan pengawasan dan penegakan hukum menjadi kunci untuk menutup celah kebocoran penerimaan sekaligus memperkuat kredibilitas sistem perpajakan.
“Mitigasi risiko penerimaan pajak tidak boleh berhenti pada solusi jangka pendek, melainkan harus menjadi momentum membangun sistem perpajakan yang progresif, adil, dan berkelanjutan demi mewujudkan kemandirian fiskal bangsa,” terang Sulaeman.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






