Ekonom Ungkap 3 Sektor Pendongkrak Ekonomi Ramadan dan Idul Fitri
JAKARTA, investor.id - Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti mengungkapkan tiga sektor yang dapat mendongkrak kinerja perekonomian selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026.
“Ada tiga sektor yang mempunyai peluang besar untuk mendorong ekonomi pada Ramadan dan Idul Fitri 2026, diantaranya sektor pangan, transportasi, dan logistik,” ungkap Esther, kepada B-Universe, dikutip pada Senin (23/2/2026).
Baca Juga:
Ekonomi AS Tahun Ini Bisa Melaju KencangEsther mengatakan, momentum Ramadan dan Idul Fitri membuka peluang pertumbuhan ekonomi karena ritme konsumsi dan aktivitas masyarakat cenderung meningkat dibanding hari biasa.
Menurutnya, sektor pangan, transportasi, dan logistik merupakan sektor yang berperan langsung dalam kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.
"Tiga sektor tersebut merupakan sektor yang berperan langsung dalam kehidupan masyarakat dan aktivitas ekonomi selama periode penting ini," ujar Esther.
Ia menjelaskan, sektor pangan dinilai dapat menyokong ekonomi pada periode Ramadan dan Idul Fitri seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat.
Selain itu, permintaan masyarakat pada sektor transportasi juga akan meningkat pada momen Ramadan dan Lebaran karena aktivitas mudik yang dapat menjadi pengungkit mobilitas ekonomi yang signifikan.
Dari sisi sektor logistik, perannya juga dinilai penting untuk menghubungkan pasar dan permintaan. Sebab, ketika kebutuhan pasar meningkat pada momentum Ramadan dan Idul Fitri, permintaan distribusi barang turut naik.
Oleh karenanya, Esther menilai, sektor pangan, transportasi, dan logistik layak mendapatkan stimulus agar daya ungkitnya terhadap perekonomian nasional semakin besar.
"Optimalisasi ketiga sektor ini menjadi prasyarat agar dampak Ramadan tidak hanya bersifat musiman, tetapi juga memberi dorongan nyata bagi pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Editor: Natasha Khairunisa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






