Prabowo Siapkan SDM Khusus untuk Jalankan Program-program Prioritas
JAKARTA, investor.id – Pemerintah mulai mematangkan desain dan postur sumber daya manusia (SDM) nasional untuk mendukung penuh pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Penataan ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan aparatur di sektor ekonomi kerakyatan, kesehatan, hingga pendidikan, guna memastikan program strategis berjalan optimal.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa penataan SDM ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar setiap program memiliki dukungan tenaga yang memadai. Fokus utama pengawakan ini diarahkan pada Koperasi Desa Merah Putih, pengembangan kampung nelayan, serta pemenuhan tenaga medis dan pendidik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kita semua diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain dan postur kepegawaian kita, serta melakukan exercise untuk pengawakan program-program prioritas ke depan,” ujar Prasetyo usai rapat lintas kementerian di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Di sektor kesehatan, pemerintah mencatat kebutuhan tenaga medis di daerah yang sangat besar. Terdapat sekitar 4.000 unit puskesmas dari total 10.000 unit yang belum memiliki tenaga medis memadai, terutama dokter umum dan dokter gigi.
“Dari sekian 10.000 kurang lebih puskesmas, masih ada kurang lebih 4.000 yang di situ belum memiliki tenaga medis, dokter, maupun terutama dokter gigi juga sangat kurang,” beber pria yang juga akrab disapa Pras itu.
Sementara di sektor kelautan, pemerintah menargetkan membangun dan memperbaiki 1.000-3.000 kampung nelayan sehingga membutuhkan tenaga ahli spesifik. Untuk target yang lebih besar, pemerintah mencanangkan membangun sebanyak 12.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia.
“Itu juga kita berharap membutuhkan pengawakan-pengawakan yang memiliki kompetensi di bidang perikanan dan kelautan,” kata Prasetyo.
Di sektor pendidikan, pemerintah tengah menata ulang kebutuhan tenaga pendidik secara nasional. Evaluasi ini meliputi jumlah, distribusi, hingga bidang studi yang perlu diperkuat.
“Kita minta mendesain ulang, meng-exercise ulang berapa kebutuhan tenaga pendidik, komposisinya, distribusinya, kemudian bidang atau mata pelajaran yang harus kita hasilkan,” ujar Prasetyo.
Pemerintah juga mulai menghitung kemungkinan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) baru untuk mendukung pengawakan program prioritas tersebut. Namun, jumlahnya belum diputuskan karena masih disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
“Belum, sedang kita finalkan, kita rumuskan,” kata Prasetyo saat ditanya soal kemungkinan rekrutmen CASN tahun ini.
Ia menjelaskan, jumlah ASN baru nantinya kemungkinan akan disesuaikan dengan jumlah pegawai yang memasuki usia pensiun.
“Berapa yang misalnya masuk batas usia pensiun itulah yang kemudian batas kemampuan untuk kita melakukan rekrutmen ASN baru, tentunya sekali lagi untuk menjalankan program-program prioritas dari pemerintah,” ujarnya.
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menambahkan bahwa aspek SDM menjadi krusial mengingat 30.000 fisik bangunan Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan rampung 100% pada Juli mendatang. Pemerintah ingin memastikan saat infrastruktur siap, tenaga pengelola juga sudah tersedia di lapangan.
“Jadi kita persiapkan bagaimana nanti operasionalisasinya, termasuk pengawakannya,” pungkas Farida.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






