Minggu, 21 Juni 2026

BI Turunkan Lagi Batas Beli Valas Jadi US$ 10.000 per Bulan, Berlaku mulai Juli 2026

Penulis : Addin Anugrah Siwi
18 Jun 2026 | 17:36 WIB
BAGIKAN
Gambar George Washington terlihat pada uang kertas satu dolar AS. (Foto: AP/Matt Slocum)
Gambar George Washington terlihat pada uang kertas satu dolar AS. (Foto: AP/Matt Slocum)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) kembali memperketat aturan transaksi valuta asing (valas) dengan menurunkan batas pembelian valas tunai tanpa underlying dari US$ 25.000 menjadi US$ 10.000 per pelaku per bulan. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat pengawasan lalu lintas devisa.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan penyesuaian ambang batas tersebut merupakan salah satu langkah penguatan kebijakan makroprudensial dan pengelolaan devisa di tengah dinamika pasar keuangan global.

“Implementasi penurunan threshold beli tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$ 10.000 per pelaku per bulan,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2026, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Dengan ketentuan baru tersebut, pembelian valas tunai di atas US$ 10.000 per bulan wajib disertai underlying atau dokumen pendukung yang menjelaskan tujuan transaksi. Sebelumnya, kewajiban penyampaian dokumen pendukung baru berlaku untuk pembelian valas tunai di atas US$ 25.000 per bulan.

Underlying merupakan dokumen yang menjelaskan dasar atau kebutuhan transaksi valas, seperti pembayaran impor, biaya perjalanan ke luar negeri, pendidikan, investasi, maupun kebutuhan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya pada transaksi pembelian valas tunai, BI juga memperketat ketentuan transfer dana ke luar negeri dalam valuta asing. Ambang batas kewajiban penyampaian dokumen pendukung untuk transfer valas ke luar negeri diturunkan dari sebelumnya di atas US$ 50.000 menjadi di atas US$ 25.000.

“Ini juga mulai berlaku 1 Juli 2026,” ujar Perry.

Artinya, mulai 1 Juli 2026 setiap transfer dana ke luar negeri dalam valuta asing dengan nilai di atas US$ 25.000 wajib dilengkapi dokumen pendukung yang memadai. Menurut BI, langkah tersebut diperlukan untuk memperkuat pelaporan lalu lintas devisa sekaligus memastikan arus dana lintas negara dapat tercatat dan terpantau dengan lebih baik.

Bank sentral menilai penguatan pengawasan transaksi valas penting dilakukan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan meningkatnya ketidakpastian global. Melalui kebijakan ini, BI berupaya menjaga kebutuhan valas masyarakat dan dunia usaha tetap terpenuhi, namun dengan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 24 menit yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 46 menit yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 55 menit yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 1 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 1 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 2 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia