Kamis, 14 Mei 2026

DBS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%

Penulis : Prisma Ardianto
14 Mei 2026 | 17:22 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi DBS. (Dok. DBS)
Ilustrasi DBS. (Dok. DBS)

JAKARTA, investor.id - DBS memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia dari 5,3% menjadi 5,1% untuk tahun 2026, meskipun realisasi pertumbuhan pada awal tahun sesuai dengan prakiraan sebelumnya. DBS melihat potensi perlambatan pada triwulan-triwulan selanjutnya karena penurunan aktivitas riil dan keterbatasan dukungan fiskal.

Hal ini diungkapkan DBS melalui laporan bertajuk "Indonesia growth: Firm start, speed bump ahead". Radhika Rao, Ekonom Senior DBS untuk kawasan Uni Eropa, India, Indonesia, menyampaikan bahwa realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 sebesar 5,61% secara tahunan (year on year/yoy) sesuai dengan prakiraan.

“Ini menandai pertumbuhan kuartalan tercepat sejak kuartal ketiga 2022,” ungkap Radhika Rao dalam laporan tersebut, seperti dikutip pada Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT
DBS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sedekade. (Ilustrasi: Investor Daily)

Menurut dia, momentum ekonomi Indonesia cukup tangguh pada awal tahun. Kondisi ini didukung oleh peningkatan konsumsi akibat perayaan keagamaan, langkah-langkah stimulus fiskal termasuk tunjangan hari raya (THR), efek basis yang rendah (low base effects), belanja pemerintah yang kuat, serta sentimen pasar yang lebih optimis.

“Namun, aktivitas mulai melambat pada akhir kuartal sekitar bulan Maret, akibat volatilitas di pasar saham, serta perusahaan-perusahaan yang menghadapi gangguan pasokan dan biaya tinggi akibat memanasnya ketegangan antara AS dan Iran,” ucap Radhika Rao.

Di samping itu, konsumsi naik sebesar 7% yoy, didorong oleh peningkatan belanja rumah tangga dan pemerintah. Pertumbuhan investasi juga tetap kuat pada tingkat sekitar 6% yoy. Ekspor bersih menjadi faktor penghambat utama pada periode tersebut, yang mengurangi angka pertumbuhan keseluruhan sebesar 1,2 poin persentase.

DBS Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,1%
Faktor Pendorong dan Penghambat Konsumsi Rumah Tangga Indonesia, Triwulan I-2026. (INDEF & berbagai sumber/Melati Kristina/Diproduksi ChatGPT)

Secara keseluruhan, DBS memandang bahwa triwulan I-2026 kemungkinan menandai puncak pertumbuhan, dengan momentum yang diperkirakan akan melambat pada triwulan-triwulan selanjutnya. Sebabnya yaitu aktivitas riil berpotensi terkendala oleh tingginya harga energi dan tekanan untuk menyeimbangkan keuangan publik.

Perlambatan setelah pertumbuhan mencapai puncak di awal tahun itu menjadi dasar DBS untuk saat ini memangkas target pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk sepanjang tahun 2026. Menurut dia, Indonesia memulai 2026 dengan fondasi ekonomi yang positif, namun risiko eksternal membuat proyeksi pertumbuhan tahunan perlu disesuaikan.

“Dengan mempertimbangkan risiko-risiko tersebut, kami sedikit merevisi turun proyeksi pertumbuhan kami menjadi 5,1% dibandingkan dengan 5,3% saat ini untuk tahun 2026,” jelas Radhika Rao.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 6 menit yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
National 31 menit yang lalu

Dharma Pongrekun Ajukan Uji Materi UU Kesehatan ke MK

Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Dharma Pongrekun resmi mendaftarkan permohonan uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Business 53 menit yang lalu

Jasa Marga: Volume Lalin Keluar Jabotabek Naik 25,12%

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek di H-1 (13/5) Hari Kenaikan Yesus Kristus meningkat 25,12%.
Lifestyle 58 menit yang lalu

Wamen Nezar: Permainan Tradisional Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Dominasi Ruang Digital

Wamen Komdigi Nezar Patria sebut permainan tradisional jadi "tombol jeda" efektif bagi anak untuk imbangi hidup di ruang digital.
Market 1 jam yang lalu

Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Jumat 15 Mei 2026

Harga emas Antam (ANTM) diperkirakan bergerak menguat pada Jumat,15 Mei 2026. Harga emas Antam diprediksi naik ke level ini
National 2 jam yang lalu

Kenaikan Pangkat Kapolda Metro Jaya Dinilai sebagai Langkah Strategis

Pengamat sosial Dr. Serian Wijatno menilai kenaikan pangkat Irjen Pol Asep Edi Suheri menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) sebagai Kapolda Metro Jaya merupakan langkah strategis di tengah kompleksitas tantangan keamanan di Jakarta.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia