Minggu, 21 Juni 2026

Tekanan Global Belum Reda, Peluang Kenaikan BI-Rate Masih Terbuka

Penulis : Akmalal Hamdhi
18 Jun 2026 | 19:42 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA, investor.id – Peluang Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan masih terbuka meskipun BI-Rate telah dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,75% pada Juni 2026. Langkah lanjutan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan ketidakpastian global dan domestik yang masih membayangi pasar keuangan.

Head of Macroeconomic and Financial Market Research PermataBank, Faisal Rachman, mengatakan bahwa kenaikan BI-Rate menjadi 5,75% merupakan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menekan risiko kenaikan premi risiko aset keuangan Indonesia.

“Kenaikan suku bunga ini merupakan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko meningkatnya premi risiko aset keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian global dan domestik yang tinggi,” kata Faisal dalam catatannya, Kamis (18/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dia, keputusan BI tidak terlepas dari sikap bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang dinilai lebih hawkish dari perkiraan dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Juni 2026. Kondisi tersebut berpotensi mendorong BI mempertahankan selisih suku bunga yang kompetitif terhadap Fed Funds Rate (FFR) guna menjaga daya tarik aset domestik bagi investor global.

Faisal menilai risiko eksternal juga belum sepenuhnya mereda. Meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran, isu program nuklir Iran dan dinamika konflik di kawasan masih berpotensi mempertahankan tekanan inflasi global pada level tinggi.

Dari sisi domestik, tantangan berasal dari potensi dampak kenaikan harga energi global dan pelemahan rupiah terhadap inflasi, posisi fiskal, serta sektor eksternal. Kondisi tersebut berisiko meningkatkan inflasi impor, memperlebar defisit transaksi berjalan, dan menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Selain itu, investor juga cenderung bersikap hati-hati menjelang sejumlah agenda penting, termasuk tinjauan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI pada Juni 2026 serta penilaian peringkat utang Indonesia oleh S&P pada Juli 2026.

Meski demikian, dalam skenario dasar, PermataBank masih memperkirakan BI-Rate bertahan di level 5,75% hingga akhir 2026 seiring ekspektasi meredanya tekanan eksternal maupun domestik pada semester II-2026.

PermataBank memproyeksikan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 17.800-Rp 18.000 per dolar AS pada akhir 2026. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun diperkirakan berada di rentang 7,2%-7,4%.

Namun, apabila tekanan global maupun domestik bertahan lebih lama atau meningkat, BI dinilai masih memiliki ruang untuk kembali menaikkan suku bunga guna menjaga stabilitas makroekonomi dan pasar keuangan nasional.

“Kami melihat arah BI-Rate ke depan akan sangat bergantung pada perkembangan ketidakpastian global dan domestik,” pungkas Faisal.

Sebagai informasi tambahan, Bank Indonesia tercatat telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 bps dalam kurun dua bulan terakhir, sebagai respons menahan nilai tukar rupiah melemah lebih dalam. Penaikan BI-Rate masing-masing dilakukan pada RDG Bulanan Mei sebesar 50 bps, RDG Mingguan pada 9 Juni 2026 sebesar 25 bps, dan RDG Bulanan Juni sebesar 25 bps.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


International 1 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 2 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 2 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 2 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 2 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
International 3 jam yang lalu

Serangan Israel Tewaskan 16 di Lebanon, Dialog AS-Iran di Ujung Tanduk

Gencatan senjata rapuh, serangan Israel tewaskan 16 orang di Lebanon. Masa depan dialog damai nuklir AS-Iran kini kian terancam.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia