Kamis, 14 Mei 2026

BCA Finance Terbitkan Obligasi IV Rp1 Triliun

Penulis : Antara
18 Mei 2011 | 14:51 WIB
BAGIKAN

JAKARTA- Perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, PT BCA Finance berencana melakukan penawaran obligasi keempat senilai Rp1 triliun yang akan digunakan untuk pendanaan modal kerja yaitu pembiayaan konsumen.

Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim kepada pers di Jakarta, Rabu (18/5), mengatakan, obligasi yang akan diterbitkan itu mendapat peringkat AA+ dan prospek stabil dari Pefindo dan peringkat AA+ dari Fitch Rating.

Hal ini disebabkan BCA Finance memiliki pengalaman dan track record (rekam jejak) perseroan yang baik, manajemen operasi yang baik sehingga mendapatkan peringkat yang memuaskan, katanya.

"Kami optimistis obligasi ini akan sukses," ujarnya.

Menurut dia, obligasi yang ditawarkan memiliki jaminan fidusia berupa piutang pembiayaan sebesar 50 persen dengan bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.

BCA Finance juga berencana mendapatkan pernyataan efektif dari Badan Pengelola Pasar Modal (Bapepam) pada 14 Juni 2011 dan melakukan penawaran pada 16-17 Juni 2011, ucapnya.

Periode bookbuilding, lanjut dia rencananya akan dilakukan mulai 18 Mei hingga 3 Juni 2011 dan distribusi obligasi pada 22 Juni 2011 dan ditutup pada pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 Juni 2011.

Sementara itu, Director-Head of Investment Banking PT Bahana Securities Andi Sidharta mengatakan, rating yang baik, tim manajemen perseroan yang handal dan berpengalaman di industri pembiayaan, serta profitabilitas yang kuat didukung dengan kinerja dan efisiensi menjadi dasar bagi kami penjamin emisi untuk menjamin obligasi ini.

Pada 2010 perusahaan membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp1,147 miliar naik dibanding tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp800 mliar, sedangkan pendapatan perusahaan selama kuartal pertama 2011 (Januari-Maret) mencapai Rp311 miliar.

Laba bersih 2010 mencapai Rp577 miliar dan laba bersih selama kuartal pertama 2011 mencapai Rp154 miliar, katanya.

Roni Haslim mengatakan, perseroan memiliki brand image yang kuat sebagai perusahaan pembiayaan yang terpercaya serta profitabilitas perseron yang terus meningkat dengan tingkat kredit bermasalah yang rendah.

Kinerja pembiayaan konsumen juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2010 berhasil meningkatkan pembiayaan baru dan aset kelolaan masing-masing sebesar 31%, katanya. (ant/hrb)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 42 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 53 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia