Kamis, 14 Mei 2026

Mandiri Sekuritas Tangani Go Public Enam Perusahaan

Penulis : Gora Kunjana
12 Nov 2017 | 00:20 WIB
BAGIKAN

MALANG – PT Mandiri Sekuritas akan menangani enam perusahaan untuk mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tersebut menjadi penjamin pelaksana emisi efek untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tiga anak usaha BUMN yang berencana listing 2017, serta IPO saham tiga perusahaan pada semester I-2018.

 

ADVERTISEMENT

SVP Investment Banking Mandiri Sekuritas Andy Bratamihardja menyatakan, pihaknya tengah dalam tahap pre-closing IPO saham PT PP Energy) dan PT Wijaya Karya Realty (Wika Realty). Selanjutnya, perseroan juga akan menangani IPO anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, yakni PT Jasa Armada Indonesia (JAI).

 

"Rata-rata potensi dana IPO ketiga anak usaha BUMN itu sekitar Rp 1 triliun dan Mandiri Sekuritas bertindak sebagai joint lead underwriter. Sementara, pada semester I-2018, terdapat prospek IPO dari enam perusahaan berkala besar, tapi belum tentu juga ya semuanya dengan kami," ujar Andy saat ditemui di Malang, Jawa Timur, Jumat (10/11).

 

Mengenai perusahaan yang berpotensi go public pada semester I-2018, ia mengungkapkan bahwa itu berasal dari sektor kesehatan, building material, dan barang konsumsi. Meski belum dapat menyebutkan identitas perusahaannya, tapi Andy memastikan bahwa ada satu anak usaha BUMN dalam daftar enam perusahaan tersebut.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Mandiri Sekuritas Laksono Widodo menilai, potensi IPO saham akan cukup bagus tahun depan dan ada indikasi perusahaan yang berniat go public akan cenderung memilih waktu pada semester I-2018. Sebab, pada semester II, terdapat pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di 171 daerah dan akan ada pemilihan presiden (pilpres) periode baru pada 2019.

 

Mandiri Sekuritas berkeyakinan kalau kondisi pasar akan tetap kondusif pada 2018. Secara rekam jejak pertumbuhan konsumsi swasta selalu lebih baik menjelang tahun pemilu. Namun, Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silvano Rumantir menyatakan, potensi besar IPO memang pada semester I-2018. Namun harapannya, tren IPO perusahaan juga masih akan ada pada  semester II-2018.

 

"Oleh sebab itu, kami berharap keadaan pasar pada paruh kedua dapat kondusif sehingga dapat mendukung perusahaan yang ingin tumbuh dan melakukan IPO," ungkap dia.

 

Sampai September 2017, Mandiri Sekuritas berhasil menangani deal atas rights issue dan IPO dari empat perusahaan dengan total nilai Rp 2,9 triliun. Sementara, secara nasional, total nilai rights issue dan IPO baru yang dilakukan oleh 26 perusahaan pada 2017 mencapai Rp 19,5 triliun.

 

Sedangkan sepanjang tahun 2016, Silvano memaparkan, secara nasional ada 31 perusahaan yang melakukan penambahan modal dengan rights issue dan IPO mencapai Rp 78,1 triliun. Saat itu, deal atas rights issue dan IPO yang Mandiri Sekuritas tangani mencapai Rp 7,6 triliun.

 

"Jumlah perusahaan yang melakukan rights issue dan IPO memang lebih besar tahun ini, tapi nilai yang diperoleh lebih sedikit. Cuma hal tersebut karena faktor ukuran atau kebutuhan perusahaan yang berbada," papar dia.

 

Terkait IPO pada 2018, khususnya anak usaha BUMN, sebelumnya Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menyatakan, pihaknya sedang mengumpulkan data rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) terkait IPO anak usaha pelat merah pada 2018. Meski demikian ia berkeyakinan, minimal ada 10 anak BUMN yang akan melakukan aksi korporasi.

 

“Lima anak usaha BUMN yang tidak jadi IPO tahun ini akan dilanjut ke tahun depan. Sementara untuk sisa lima perusahaan lagi, saya masih perlu mengumpulkan RKAP sehingga belum bisa sebut nama perusahan tersebut,” ujar Aloysius.

 

Berdasarkan catatan Investor Daily, pada semester I-2018, terdapat lima anak usaha BUMN yang telah menyatakan kesiapan untuk menggalang dana melalui IPO pada 2018. Ke-5 perusahaan itu, meliputi Tugu Pratama Indonesia yang merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero).

 

Kemudian PT Wijaya Karya Realty, PT PP Energi, dan PT PP Urban. Serta selain itu, terdapat rencana IPO dari subsidiary dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal.

 

Selanjutnya, anak usaha Pelindo II yang lain, PT Pelabuhan Tanjung Priok akan melakukan penawaran umum perdana pada paruh kedua 2018. (dka)

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 56 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia